Ada 524 Titik Lokasi Penyembelihan di Jogja, Pemkot dan Kemenag Lakukan Pengawasan

Baca Juga

Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja telah memulai persiapan untuk rangkaian perayaan Idul Adha yang akan jatuh pada 17 Juni mendatang. Sebagai bagian dari persiapan, pelatihan teknis penyembelihan hewan kurban secara syariah telah diberikan kepada panitia Idul Adha.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja, Sukidi, menyatakan bahwa prosesi penyembelihan hewan kurban akan difokuskan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan. Kerjasama dengan Baznas Kota Jogja memungkinkan RPH Giwangan untuk melayani pemotongan hewan kurban dari hari pertama hingga ketiga Idul Adha.

“RPH Giwangan biasanya menyembelih hingga 300 ekor dengan kapasitas maksimal 70 ekor per hari, optimalnya 40 ekor per hari,” ujar Sukidi, Selasa 11 Juni 2024.

Selain fasilitas di RPH, penyembelihan di musala atau masjid wilayah tetap diperbolehkan dengan syarat pelaporan ke DPP Kota Jogja. Hingga saat ini, ada 524 titik penyembelihan hewan kurban yang tersebar di Kota Jogja, semuanya dipastikan berada dalam pengawasan bersama Kemenag Kota Jogja.

Sukidi juga mengingatkan tentang manajemen pembuangan limbah. Aturan yang melarang pembuangan limbah jeroan atau kotoran hewan kurban ke sungai telah diterapkan.

“Salah satu ciri penanganan hewan kurban yang baik adalah tidak membuang jeroan atau kotoran sembarangan, terutama ke sungai. Pemkot Jogja telah menetapkan ketentuannya,” jelasnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Kesra, Setda Kota Jogja, Hibnu Basuki, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran tentang pedoman pelaksanaan peringatan Iduladha.

SE Wali Kota No.100.343/2448/SE/2024 memberikan panduan tentang penjualan dan pelaksanaan hewan kurban dalam upaya pencegahan penyakit hewan menular strategis di Kota Jogja, dan dilaksanakan di tingkat kelurahan serta kecamatan dengan konsultasi penuh dari Dinas Pertanian dan Pangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

DBD di Gunungkidul Capai 1.281 Kasus hingga Pertengahan 2024, Begini Upaya Dinkes Tekan Angka Sebarannya

Mata Indonesia, Gunung Kidul - Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mencatat 1.281 kasus demam berdarah dengue (DBD) dari Januari hingga Juni 2024. Angka ini hampir tujuh kali lipat dibandingkan dengan 2021.
- Advertisement -

Baca berita yang ini