Zodiak Kesehatan 5 Februari 2021: Gemini Harus Olahraga, Cancer Kurangi Minuman Alkohol

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Memasuki tahun 2021, masyarakat mulai mencari prediksi untuk peruntungan mereka ke depan. Salah satunya yang bikin penasaran ialah soal kesehatan.

Di tahun 2021 ini, ada beberapa zodiak yang diprediksi bakal mengalami masalah kesehatan di 2021. Namun, ada pula yang sehat dan enerjik di tahun ini.

Apakah zodiakmu salah satunya? Yuk simak!
1. Pisces
Kayaknya Pisces lagi banyak pikiran. Ada hal-hal yang membuat Pisces jadi mudah sensi dan baperan.
Tak hanya stres, kesehatan Pisces juga diprediksi drop hari ini. Cobalah untuk menghindari aktivitas berat dan membuat stres kamu makin para ya!
Makin parah stres yang kamu alami, maka akan semakin buruk masalah kesehatan kamu. Istirahatlah yang cukup agar kesehatanmu kembali seperti sedia kala.
2. Gemini
Tak hanya Pisces, Gemini juga mengalami pikiran yang berat. Tapi, Gemini dianjurkan untuk mulai berolahraga hari ini.
Dengan membuat tubuh kamu aktif, maka pikiranmu bis ajadi lebih positif. Nah, hal tersebut bisa membuat kamu terhindar dari stres berlebih yang bisa mengganggu kesehatan fisikmu.
3. Cancer
Jangan terlalu banyak minum alkohol. Kesehatan Cancer juga sedang terganggu dan gak fit. Mengonsumsi banyak alkohol hanya akan memperburuk kondisi kamu.
Selain merusak kesehatan, alkohol juga membuat pikiran kamu semakin runyam. Jadi, hindari dulu minuman tersebut ya!
4. Libra
Sosok Libra biasanya menyukai kafein. Nah, sayangnya hari ini kamu harus mengurangi minuman itu nih.
Khususnya kamu yang memiliki penyakit jantung. Cobalah untuk menghindari kopi sejenak untuk kesehatan jantung kamu ya.
5. Sagitarius
Kayaknya tubuh kamu lagi pegal-pegalnya nih. Cobalah untuk memijit pergelangan kaki dan tangan agar otot-otot tubuhmu lebih rileks.
Dengan badan yang lebih segar, maka aura positif juga akan terpancar. Dengan begitu, kamu jadi punya pesona untuk menggaet si dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat, Ruang Perubahan Generasi

Oleh: Jaya Abdi Keningar *) Sekolah Rakyat tidak lahir sebagai proyek pendidikan biasa. Ia hadir sebagai jawaban ataspersoalan yang selama puluhan tahun menjadi simpul ketimpangan pembangunan manusiaIndonesia: kemiskinan ekstrem yang diwariskan lintas generasi melalui keterbatasan aksespendidikan bermutu. Dalam konteks ini, Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi belajar, melainkan ruang perubahan, tempat negara secara sadar mencoba memutus rantaiketertinggalan dari hulunya. Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Sekolah Rakyat dirancang denganpendekatan yang menyentuh akar persoalan sosial. Pendekatan ini menjelaskan mengapaleading sector program ini berada di Kementerian Sosial, bukan semata di kementerianpendidikan. Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai desain tersebut sebagaipilihan kebijakan yang logis karena sasaran utama Sekolah Rakyat adalah kelompok desilsatu dan dua, masyarakat miskin ekstrem yang selama ini tertinggal dari sistem pendidikanreguler. Menurutnya, orientasi ini menegaskan bahwa pendidikan diposisikan sebagaiinstrumen mobilitas sosial, bukan hanya pemenuhan administratif. Dalam perspektif pendidikan, kebijakan ini mencerminkan pergeseran paradigma negara. Pendidikan tidak lagi dipahami semata sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi sebagaistrategi intervensi struktural untuk memperbaiki kualitas hidup. Presiden Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan, menekankan bahwa tujuan pembangunan bukanlah mengejarstatus negara berpendapatan tinggi, melainkan memastikan rakyat hidup layak, makan cukup, sehat, dan anak-anak memperoleh pendidikan yang baik. Penempatan Sekolah Rakyat dalamkerangka besar Asta Cita menunjukkan bahwa pendidikan ditempatkan sejajar denganswasembada pangan dan energi sebagai fondasi kedaulatan bangsa. Namun, tantangan terbesar Sekolah Rakyat justru terletak pada kualitas proses belajar itusendiri. Banyak anak yang masuk ke Sekolah Rakyat membawa beban ketertinggalan literasiyang serius. Dalam dialog publik bertema “Menjaga Literasi Sekolah Rakyat” di TVRI,Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz menegaskan bahwa literasi tidak bolehdipersempit hanya pada kemampuan membaca teks, melainkan kemampuan mengolahinformasi secara kritis untuk meningkatkan kualitas hidup. Pandangan ini menegaskan bahwaliterasi adalah inti dari transformasi, bukan pelengkap kebijakan. Di sinilah perpustakaan Sekolah Rakyat mengambil peran strategis. Perpustakaan tidak lagidiposisikan sebagai ruang sunyi penyimpanan buku, tetapi sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk belajar tanpa stigma. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa ketikaperpustakaan dikelola secara aktif, dengan kegiatan membaca bersama, diskusi buku, dan kelas menulis, anak-anak yang semula pasif mulai berani menyampaikan pendapat. Perubahan ini mungkin tidak langsung terlihat dalam angka, tetapi sangat menentukan arahmasa depan mereka. Pendekatan hibrida yang menggabungkan buku cetak dan teknologi digital juga menjadikunci adaptasi Sekolah Rakyat dengan realitas zaman....
- Advertisement -

Baca berita yang ini