Yusuf Masur Sebut Wirda Bakal Menikah di GBK, Netizen: Iyain Aja

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ustaz Yusuf Mansur kembali buat heboh publik. Belum lama ini, pendakwah itu blak-blakan menyebut sang putri sulung, Wirda Mansur bakal segera menikah.

Hal itu diungkap Yusuf Mansur dan videonya diunggah akun Instagram, @lambe_turah. Yusuf Mansur terang-terangan mengatakan ingin menikahkan Wirda di Gelora Bung Karno (GBK).

“Ya pengennya sih nanti (Wirda) nikahnya di GBK, amin, biar panitia pada balik modal,” ucap Yusuf Mansur.

Sembari tertawa, ulama yang terjerat kasus investasi bodong itu berharap sang putri bisa melangsungkan pernikahan di tempat tersebut.

Sayangnya, saat ditanya soal calon, Yusuf Mansur menegaskan Wirda belum memiliki kekasih hati.

“(Jodohnya) belom, belom ada, kita lagi berdoa,” ungkapnya.

Ucapan Ustaz Yusuf Mansur ini sontak bikin netizen geleng-geleng kepala. Mereka heran dan menganggap Yusuf Mansur hanya halu dan membual semata.

“Iyain aja.”

“Kapan benernya sih nih orang.”

“Lu gak capek apa ngada-ngada mulu.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini