YouTuber Cantik Korea Dawn Lee Meninggal Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Kabar duka datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Beauty vlogger, Dawn Lee, meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker.

Dawn Leen, yang nama aslinya adalah Lee Jung-yoo, pada Februari 2019 lalu membagikan kabar bahwa dirinya didiagnosis kanker getah bening.

Dalam sebuah talkshow pada November lalu, Lee bicara soal penyakit yang dideritanya tesebut.

“Saya merasakan sakit yang luar biasa di ketiak, dada, dan area lengan. Kemudian saya mengetahui bahwa saya didiagnosis kanker getah bening,” kata Lee, dikutip dari The Star, Kamis 3 Juni 2021.

“Saat saya pergi ke rumah sakit, kanker saya sudah masuk stadium empat. Saya melakukan tindakan kemoterapi dan harus menggunduli kepala saya,” ujarnya.

Pada 15 April lalu, Lee membagikan video terakhirnya sebelum meninggal dunia dimana dia mendapat kabar buruk dari dokter. Selama beberapa hari, dia mengaku mentalnya drop.

“Saya memutuskan untuk tak cemas atas apa yang belum terjadi dan menjalani hari menyenangkan hari ini, tetap berusaha sehat besok, dan tetap bahagia keesokan harinya lagi,” ungkapnya.

Kabar meninggalnya Lee disampaikan CEO Ice Creative, Kim Eun Ha. Dua tahuh wanita berusia 30 tahun itu berjuang melawan kanker.

“Dengan berat hati saya memberikan kabar kehilanngan teman tersayangku Dawn Lee pagi ini. Dia adalah cahaya dan sosok wanita dengan keteguhan dan keberanian yang ditunjukkan selama melawan kanker,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini