Yes Or No Nih Gaes, Dolly Parton Bergaya Cover Majalah Playboy Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Dolly Parton mengulang gaya foto saat menjadi cover majalah Playboy. Meski sudah berusia 75 tahun, dia masih tampak lumayan seksi.

Legenda musik country itu pernah menjadi model cover Playboy di 1978. Meski terakhir kali Playboy terbit secara fisik di 2020, hal itu tak menghentikan Dolly berpose sebagai ‘kelinci’ lagi.

Dolly memposting di media sosial sekali lagi bergaya dengan memakai telinga kelinci, mirip dengan gayanya sebagai cover Playboy di 1978. Hal ini dilakukannya sebagai kejutan untuk ulang tahun suaminya, Carl Dean, yang ke-79.

Dolly mengatakan, suaminya selalu menyukai cover Playboy 1978 dimana dirinya menjadi sampul. Sang suami berharap Dolly mau tampil seperti itu lagi saat ulang tahunnya. Keinginan dia pun terwujud.

Dolly akhirnya mencoba tampil seperti cover Playboy 1978 dan melakukannya versi dirinya sendiri di rumah.

“Ingat beberapa waktu lalu saya mengatakan saya akan berpose di majalah Playboy ketika saya berusia 75 tahun?” kata Dolly, dalam video yang diunggahnya, dikutip dari Sky News, Kamis 22 Juli 2021.

“Ya, saya berusia 75 tahun dan majalahnya sudah tidak ada lagi, tetapi suami saya selalu menyukai sampul asli Playboy. Jadi saya mencoba memikirkan sesuatu yang harus dilakukan untuk membuatnya bahagia. Dia masih berpikir saya cewek seksi setelah 57 tahun,” ujarnya.

Dolly membandingkan foto dirinya saat menjadi cover Playboy 1978 dan foto dirinya saat ini yang mencoba meniru gaya 43 tahun lalu.

“Saya agak seperti bola mentega dalam foto waktu itu, ya tapi sekarang saya seperti keju string . Tapi dia mungkin akan mengira saya krim keju, kuharap demikian,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini