Yeay! Yuta NCT akan Debut sebagai Aktor dalam Film Jepang Baru

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Akhirnya! Salah satu member NCT, Yuta, akan memulai debutnya sebagai aktor dalam waktu dekat ini. Kabarnya ia akan membintangi film asal Jepang lho.

Melansir dari Xports News, Yuta akan memulai karirnya sebagai aktor dalam waralaba ‘HiGH & LOW’. Ia akan berperan sebagai penjahat untuk debut filmnya di ‘HiGH & LOW: The Worst X’.

Ini merupakan film sekuel 2019 ‘HiGH & LOW: The Worst’. Kemunculan member NCT ini buat heboh penggemar karena video thrillernya sudah rilis.

Video yang berdurasi 30 detik itu menampilkan Yuta sebagai penjahat yang bernama Ryo Suzaki. Para penggemar memberikan antisipasi dan dukungan untuk penampilannya di film sekuel ini.

Rencananya film ini akan tayang perdana di bioskop-bioskop tertentu di seluruh Jepang. Filmnya akan resmi tayang pada 9 September 2022 mendatang.

Sementara itu, Yuta merupakan salah satu member NCT yang mana secara resmi sebagai anggota NCT 127 pada 2016.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing, Upaya Strategis Negara Pulihkan Generasi Pascabencana Sumatra

Oleh : Nancy Dora  Bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh kembali menegaskanbahwa dampak kebencanaan tidak berhenti pada kerusakan fisik dan kerugian material. Di balikrumah yang runtuh, jalan yang terputus, dan fasilitas umum yang rusak, terdapat luka psikis yang jauh lebih dalam, terutama pada anak-anak sebagai kelompok paling rentan. Dalam konteks ini, trauma healing bukan sekadar program pelengkap pascabencana, melainkan menjadi upayastrategis negara untuk memulihkan dan melindungi masa depan generasi terdampak. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa anak-anak mencakup sekitar sepertiga dari total pengungsi pascabencana di Sumatra dan Aceh. Kondisi tersebut menempatkan mereka padasituasi krisis berlapis, mulai dari kehilangan rasa aman, keterputusan akses pendidikan, hinggatekanan psikologis akibat pengalaman traumatis. Wakil Ketua Komisi Perlindungan AnakIndonesia (KPAI), Jasra Putra, menegaskan bahwa pemulihan mental dan sosial anak harusditempatkan sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana, karena trauma yang tidaktertangani berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan emosional anak dalam jangkapanjang. Pendekatan trauma healing yang didorong KPAI menempatkan anak bukan hanya sebagaikorban, tetapi sebagai subjek pemulihan yang aktif. Melalui konsep eco-healing, anak-anakdiajak berinteraksi kembali dengan lingkungan secara positif. Pendekatan ini menggabungkanpemulihan psikologis dengan edukasi ekologi, sehingga anak tidak tumbuh dengan rasa takutterhadap alam, melainkan dengan kesadaran untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Dalampraktiknya, material sisa bencana dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi kreatif, seperti karya seniatau fasilitas belajar sederhana, yang membantu anak memaknai ulang pengalaman traumatissecara konstruktif. Lebih jauh, eco-healing juga diarahkan untuk membangun resiliensi jangka panjang denganmengintegrasikan kearifan lokal. Pelibatan tokoh adat seperti Ninik Mamak di Sumatra Barat dan Tuha Peuet di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini