Wow, Selama Ini Hanya Nyamuk Betina yang Bisa Menghisap Darah Manusia? Ini Penjelasannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menurut Scientific American, hanya nyamuk betina yang mengigit manusia dan hewan mengambil darahnya. Hal ini disebabkan nyamuk betina membutuhkan darah untuk mendapatkan utrisi dna protein yang dibutuhkan untuk telur.

Nyamuk betina menggunakan organ yang disebut palp rahang atas untuk mendeteksi karbon dioksida yang dikeluarkan hewan dan manusia saat menghembuskan napas. Selain itu, isyarat termal juga bisa ditangkap seperti suhu tubuh kita dan aroma tertentu yang dipancarkan.

Sementara nyamuk jantan tidak bisa menggigit karena tidak memiliki bagian mulut khusus yang diperlukan untuk menusuk kulit.

Sebuah studi mengemukakan bahwa nyamuk yang mengalami dehidrasi akan bergerak lebih agresif dan sering mendarat di inang dan makan lebih sering daripada nyamuk yang memiliki akses ke air.

Hal ini juga tidak lepas dari temuan ahli biologi di Univeristy of Cincinnati Joshua Benoit. Ia mengatakan bahwa nyamuk juga meningkatkan penyebaran penyakit dalam memuaskan dahaga. Para peniti ini mengatakan bahwa kondisi yang basah menyebabkan banyak penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Meski demikian, penelitian baru menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara peningkatan penularan penyakit seperti demam dengan kekeringan. Maka, Benoit mengatakan bahwa opini kondisi yang basah akan lebih banyak mengundang nyamuk belum sepenuhnya benar.

“Tidak sesederhana mengatakan,’ Jika basah, akan ada lebih banyak nyamuk dan lebih bayak penularan penyakit,” kata Benoit.

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prioritas MBG untuk 3B, Investasi Gizi Masa Depan

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Upaya menurunkan angka stunting di Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih terarah pada fase paling krusial dalam siklus kehidupan manusia. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) menjadi langkahstrategis untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan berkualitas. Dalam konteks tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memprioritaskan kelompok 3B menunjukkan arah kebijakan yang tepat. Fokus pada bumil, busui, dan balita berarti pemerintah menempatkan perhatian pada periodeemas 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yang menjadi penentu utama tumbuhkembang anak. Jika intervensi gizi dilakukan secara konsisten sejak masa kehamilan hingga awalkehidupan anak, risiko stunting dapat ditekan secara signifikan. Dengan demikian, kebijakan gizi yang tepat sasaran bukan hanya program bantuan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga(Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengandalkan program MBG kategori 3B sebagai strategi kunci untukmengatasi stunting sejak dini.  MBG 3B menjadi bagian integral dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun sumber daya manusiaberkualitas, khususnya melalui pemenuhan gizi pada periode emas 1.000 HPK.  Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan program...
- Advertisement -

Baca berita yang ini