Wow! Mobil Mendiang Paul Walker Laku Rp8 Miliar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari barang milik mendiang Paul Walker. Mobil bintang Fast and Furious Saga ini baru saja laku terjual.

Dilansir NME, Rabu 23 Juni 2021, mobil Toyota Supra yang dikenakan Brian O’Conner di F1 itu sukses terjual seharga 555 Dolar AS, atau setara dengan 8 miliar Rupiah.

Mobil tersebut memiliki kondisi yang masih bagus dan mulus. Tak hanya itu, mobil milik Brian O’Conner (Paul Walker) ini juga memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Mobil Toyota Supra itu pertama kali muncul di The Fast and Furious pertama yang rilis pada tahun 2001. Saat itu, Brian merancang mobil tersebut setelah mendapat uang dari balapan liar.

Meski diambil dari rongsokan, Brian berhasil membuat mobil itu menjadi sangat cepat, berkat bantuan dari rekan-rekan Dom Toretto (Vin Diesel). Mobil sedan itu pun akhirnya digunakan Brian untuk balapan, sebelum akhirnya diberikan untuk Toretto yang sedang diburu polisi.

Mobil Toyota Supra itu tentu menjadi bagian dari adegan ikonik film The Fast and Furious. Apalagi, sedan itu disebut sebagai mobil 10 second car, atau bisa melaju ke garis finish selama 10 detik.

Kini, buat kamu yang merindukan aksi balapan Dominic Toretto dan kawab-kawan, kamu bisa menyaksikan Fast and Furious 9 yang sedang tayang di bioskop. Meskipun, film itu tak terasa sempurna tanpa kehadiran Paul Walker.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini