Warner Bros Indonesia Rilis Trailer Film Terbaru, ‘Don’t Worry Darling: Promise Of Victory Featurette’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Warner Bros. Indonesia baru saja merilis trailer terbaru dari film Florence Pugh yang juga dilengkapi oleh cuplikan drama di balik layar.

Klip trailer baru untuk film ‘Don’t Worry Darling’ memberi kita lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

Trailer terbaru memperlihatkan karakter Alice, yang diperankan oleh Florence Pugh mengubah pesta makan malam menjadi perselisihan yang tegang dengan Frank yang diperankan Chris Pine.

Alice dan suaminya Jack (Harry Styles) tinggal di Victory, kota perusahaan eksperimental yang menampung orang-orang yang bekerja untuk ‘Proyek Kemenangan’ rahasia.

Hidup mereka sempurna, karena kebutuhan setiap penduduk dipenuhi oleh perusahaan. Yang mereka minta sebagai balasannya hanyalah komitmen yang tidak perlu dipertanyakan lagi tujuannya, yaitu kemenangan.

Tetapi retakan dalam kehidupan indah mereka mulai muncul, memperlihatkan kilatan sesuatu yang jauh lebih menyeramkan yang bersembunyi di bawah Kota Victory.

Alice tidak dapat tidak mempertanyakan apa yang mereka lakukan di Victory, dan mengapa. Alice pun meningkatkan ketegangan dengan menunjukkan bahwa setiap orang di Victory, memiliki cerita serupa.

Mulai dari bagaimana mereka bertemu hingga tempat mereka berbulan madu. Sementara itu, Jack mencoba mengalihkan dan menenangkan percakapan.

“Ada begitu banyak cerita berbeda yang kami ceritakan,” kata Alice sambil menatap langsung ke bos suaminya.

“Kita diberitahu apa yang kita ingat sampai kita mencoba mengingat hal-hal yang mereka ingin kita lupakan,” sambungnya solah menuduh Frank melakukan sesuatu pada penduduk Victory.

Film, yang disutradarai oleh Olivia Wilde telah mengumpulkan tinjauan beragam, namun tetapi ada banyaknya kontroversi karena hubungan kehidupan nyata Wilde dengan Styles, perceraian dari Jason Sudeikis, dan dugaan perseteruan dengan Pugh.

Film ‘Don’t Worry Darling’ akan tayang di bioskop pada 23 September 2022 mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pembangunan Papua Bukti Nyata Keberpihakan Pemerintah kepada Masyarakat Adat

Oleh : Fransiskus NawipaPembangunan di Papua terus menunjukkan arah yang semakin berpihak kepada masyarakat adatsebagai bagian utama dari proses kemajuan nasional. Berbagai kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah tidak lagi hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan orang asli Papua. Pendekatantersebut menjadi bukti bahwa pemerintah berupaya memastikan pembangunan berjalan secarainklusif, berkeadilan, serta menghormati identitas sosial dan budaya masyarakat adat yang telahlama menjadi bagian penting dari kehidupan di Tanah Papua.Keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat adat Papua tercermin dari berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pembangunaninfrastruktur, penguatan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hinggapembukaan akses pelayanan publik di wilayah-wilayah terpencil. Kehadiran jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, sekolah, dan sarana pendukung ekonomi lainnya telah membuka ruang barubagi masyarakat Papua untuk berkembang dan meningkatkan taraf hidupnya. Pembangunan tersebut tidak hanya mempercepat konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperluas aksesmasyarakat terhadap berbagai peluang ekonomi dan pelayanan sosial yang sebelumnya sulitdijangkau.Dalam konteks pembangunan Papua, pemerintah juga menunjukkan keseriusan untukmenempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama pembangunan. Pendekatan ini menjadisangat penting mengingat Papua memiliki karakteristik sosial dan budaya yang berbeda dengandaerah lain di Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan tidak dapat dilakukan denganpendekatan sepihak ataupun sekadar mengejar target investasi dan proyek strategis semata. Pembangunan harus mampu menghadirkan rasa memiliki bagi masyarakat adat sehingga merekamerasa dilibatkan dalam proses perubahan yang terjadi di daerahnya.Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw, menegaskan bahwa pembangunan Papua harus menempatkan manusia, khususnyaorang asli Papua, sebagai pusat utama pembangunan. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwakeberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi atau jumlah proyekyang dibangun, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan dampak positif dalam kehidupansehari-hari. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dibangun di atas prinsip dialog, penghormatan terhadap masyarakat adat, dan keterlibatan aktif warga dalam setiap kebijakan pembangunan.Pendekatan dialog yang terus dikedepankan pemerintah dalam pembangunan Papua menjadilangkah strategis untuk membangun kepercayaan masyarakat. Dialog yang dilakukan secaraterbuka dan manusiawi mampu menciptakan ruang komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat adat. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat dapat memahami manfaatpembangunan, peluang ekonomi yang muncul, hingga dampak jangka panjang yang dapatmeningkatkan kesejahteraan generasi Papua di masa depan. Pendekatan ini juga menjadi bentukpenghormatan terhadap hak sosial dan budaya masyarakat adat yang selama ini menginginkanpembangunan berjalan tanpa menghilangkan identitas lokal mereka.Pembangunan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini