Wajib Nonton! Ini Rekomendasi Film yang Diangkat dari Sebuah Mimpi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mimpi merupakan jembatan seseorang untuk bisa berkreasi dan berimajinasi. Bermimpi tidak ada batasannya sehingga orang bisa membayangkan apapun mulai dari hal yang lucu, sedih, menyeramkan, dan juga romantis.

Terkadang, mimpi dapat menjadi inspirasi seseorang dalam hidupnya. Sebuah mimpi di tangan orang yang kreatif dapat menjadi sebuah karya, baik tulisan maupun film.

Tanpa kita sadari mungkin beberapa film yang kita sering tonton merupakan hasil imajinasi yang berasal dari mimpi seseorang. Seperti contohnya beberapa film ini yang terinspirasi dari sebuah mimpi:

1. Inception

Film Inception

Inception bisa dibilang sebagai film terbaik yang pernah dibuat oleh Sutradara Chistopher Nolan. Film yang dirilis pada tahun 2010 ini mempunyai tema dunia mimpi.

Film ini sukses merebut hati penonton berkat ide cerita yang sangat fresh dan akting sang pemeran utama Leonardo DiCaprio yang menuai banyak pujian. Namun siapa sangka jika film yang bertema tentang mimpi ini terinspirasi dari mimpi yang sesungguhnya.

Tak banyak yang tahu jika sang Sutradara Chistoper Nolan membuat cerita Inception dari mimpi-mimpi yang dia alami saat tertidur. Menurut Nolan sendiri, dia sudah sering memimpikan dunia lain yang sudah muncul sejak dirinya berumur 16 tahun.

Nolan berkata ia selalu penasaran bagaimana jika suatu hari dirinya tak pernah bangun dari tidurnya dan kemudian terjebak di dunia mimpi. Hal itu mirip dengan apa yang dia realisasikan lewat film Inception.

2. Stuart Little

Film Stuart Little

Film kartun yang satu ini mungkin sudah akrab dibenak kalian, karena sudah sering diputar di beberapa stasiun TV. Bercerita tentang seekor tikus bernama Stuart yang diadopsi oleh sebuah keluarga dan kemudian hidup bersama.

Tak hanya Stuart, keluarga ini pun memiliki seekor kucing bernama Snowbeel. Stuart Little merupakan film yang mencoba untuk mengajarkan kehidupan sebuah keluarga yang tetap rukun dan kompak walau memiliki anggota keluarga yang sedikit berbeda.

Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul “Stuart Little” karya dari E.B White yang terbit pada tahun 1945. Uniknya, novel ini dibuat oleh White setelah dia mengalami sebuah mimpi unik ketika sedang tidur di kereta api pada tahun 1920.

Saat itu, White memimpikan seorang bocah laki-laki yang memiliki penampilan dan tingkah seperti tikus kecil. Nah, mimpi inilah yang kemudian White tuangkan idenya menjadi sebuah novel best seller bernama “Stuart Little”.

Kisah tikus ini kemudian di adaptasi menjadi film pada tahun 1999, dengan aktor utama Michael J.Fox yang berperan sebagai pengisi suara dari Stuart Little.

3. Terminator

Film Terminator

Dirilis pada tahun 1994, Terminator sempat membawa dunia dalam demam manusia robot (Cyborg). Film yang diperankan oleh aktor Arnold Schwarzenegger ini juga berhasil menduduki daftar box office sebagai film terbaik pada masanya.

James Cameron, sang sutradara mendapatkan inspirasi film Terminator lewat mimpi. Hanya saja mimpi yang James dapatkan sedikit berbeda. Saat itu, James yang tengah berada di kota Roma, sedang membuat film berjudul Piranha II.

Dia mengalami mimpi buruk ketika sedang tidur. Dalam mimpinya tersebut, James merasa sedang terjebak dalam sebuah ledakan dahsyat, akibat dari ledakan ini seluruh benda yang ada di tempat itu terlempar ke arahnya. Mimpi inilah yang kemudian menginspirasi James untuk membuat film tentang dunia yang tengah diambang kehancuran.

4. Twilight

Film Twilight

Twilight merupakan film bertema tentang cinta segitiga antara seorang Manusia, Vampir, dan Serigala. Film ini begitu populer pada tahun 2000. Film Twilight sebenarnya merupakan film yang dibuat berdasarkan novel karangan seorang ibu rumah tangga yang bernama Stephenie Meyer.

Awalnya Meyer mulai mengarang novel ini setelah ia sering mengalami mimpi-mimpi yang aneh. Mimpi yang ia alami ini kemudian dia gabungkan dalam sebuah novel.

Namun pada awalnya novel karangan Meyer ini sempat ditolak oleh beberapa penerbit karena ceritanya dianggap kurang menarik. Tapi meski begitu Meyer tak menyerah sampai akhirnya ada penerbit yang mau menerbitkan novel buatannya.

5. Frankenstein

Film Frankenstain

Pada tahun 1816, Mary Godwin dan tunangannya Percy Shelley mengunjungi kediaman seorang penyair terkenal bernama Lord Byron di kediamannya yang berada di Swiss. Sayangnya kunjungan keduanya kala itu rupanya pada waktu yang kurang tepat.

Pasalnya, saat mereka datang, wilayah tersebut sedang dilanda badai besar. Alhasil keduanya hanya bisa menghabiskan waktu mereka di dalam rumah sambil berbincang dengan Lord Byron. Saat itulah Byron meminta kedua pasangan ini untuk saling menceritakan kisah horror yang mereka ketahui.

Akibat dari hal ini, Mary kemudian mengalami mimpi buruk. Dalam mimpinya tersebut dia melihat sosok manusia yang terikat pada sebuah meja bedah tepat di sampingnya sebuah mesin penghasil daya listrik.

Sesaat kemudian, orang ini bangkit setelah mesin listrik tadi tersambar oleh petir. Hal ini mengejutkan Mary yang kemudian terbangun dari tidurnya.

Semenjak saat itu Mary mulai kerap mengalami mimpi yang sama secara berulang-ulang. Mimpi inilah yang kemudian dituangkan dalam novel karangannya yang sangat terkenal yaitu “Frankenstein”.

Reporter : Mohammad Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini