Waduh! Perusahaan Yeezy Kanye West Tuntut Anak Magangnya Rp 7 Miliar, Kenapa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar tak sedap datang dari perusahaan busana Amerika Serikat, Yeezy. Brand milik rapper sensasional, Kanye West ini tengah bermasalah dengan karyawan magangnya.

Dilansir The Hollywood Reporter, perusahaan mengajukan aduan terhadap Ryan Inwards pada Jumat, 15 Januari 2021 ke Pengadilan Tinggi Los Angeles karena diduga melanggar perjanjian kerahasiaan (NDA).

Inwards diduga mengunggah foto rahasia yang berkaitan dengan Yeezy di akun Instagram-nya. Sehingga, melanggar NDA yang dia tanda tangani sebelumnya bersama perusahaan tersebut.

Tak sampai disitu, Inwards juga diduga menyimpan foto-foto rahasia produk perusahan tersebut. Kejadian itu tentu membuat Yeezy murka.

Dengan demikian, Yeezy menuntut Inwards ganti rugi senila 500 ribu Dolar AS, atau sekitar 7 miliar Rupiah. Denda tersebut harus dibayar Inwards jika dia terbukti bersalah.

Dalam laporan tersebut, Yeezy juga meminta pengadilan untuk memberi perintah yang memandatkan Inwards untuk menyerahkan foto-foto tersebut. Inwards pun dilarang untuk membagikan foto-foto itu kepada siapa pun.

Yeezy merupakan perusahaan busana yang sukses digeluti suami Kim Kardashian ini. Nama Yeezy semakin dikenal publik usai berkolaborasi dengan Adidas pada tahun 2015 lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini