Waduh! Hailey Bieber Digugat Atas Plagiat Nama Merek Skincare Barunya, Rhode

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Hailey Bieber baru saja dikabarkan dituntut atas lini skincare miliknya yang diberi nama merek, Rhode. Pasalnya, nama yang digunakannya itu sama persis seperti nama perusahaan lini fesyen.

Melansir dari Just Jared, merek fesyen Rhode menglaim bahwa Hailey Bieber telah melanggar hak cipta. Pemilik Purna Khatau dan Phoebe Vickers yang mendirikan Rhode NYC pada 2013, juga mengatakan bahwa logo ‘Rhode’ miliknya terlihat sangat mirip dengan milik Hailey.

Seperti yang diketahui, Hailey memilih nama Rhode untuk usaha skincarenya berdasarkan nama tengahnya sendiri. Baru beberapa hari diluncurkan, perusahaan lain dengan nama yang sama langsung menggugatnya karena pelanggaran hak cipta.

Lini fesyen Rhode pun merilis pernyataan tambahan tentang masalah ini ke Page Six.

“Ini keadaan yang tidak menguntungkan. Kami tentu saja memahami bahwa Hailey ingin menggunakan nama tengahnya untuk mereknya, tapi undang-undangnya (sudah) jelas. Anda tidak dapat membuat kebingungan merek semacam ini hanya karena Anda ingin menggunakan nama Anda,” kata penasihat litigasi utama Rhode, Lisa T. Simpson.

Ia juga menambahkan, “Apa yang Nyonya Bieber lakukan adalah merugikan bisnis milik bersama minoritas yang dengan susah payah dibangun oleh dua wanita jadi merek global yang berkembang.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini