V BTS Merasa Tertekan Perilisan Mixtapenya Ditunda

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – V BTS saat ini tengah sibuk mempersiapkan album mixtape perdana dengan judul KTH1. Album mixtapenya direncanakan rilis dengan 13 lagu.

Dalam wawancara BTS “BE-hind Story”, V berbicara singkat tentang mixtape yang sangat dinantikannya. Apalagi, mixtape pria kelahiran 1995 ini memakan waktu lama.

“Kompilasi saya ditunda lebih dari yang saya kira,” kata V.

V berbagi bahwa mixtape-nya ditunda lebih dari yang dia kira. Meskipun V, tidak ingin merasa tertekan tentang mixtape-nya, dia dengan jujur ​​mengatakan bahwa dia mau tidak mau merasa tertekan karena itu adalah karyanya sendiri.

V merasa sangat tertekan karena, tidak seperti album BTS, di mana dia dapat berbagi tekanan dengan para anggota, V harus bertanggung jawab penuh atas mixtape-nya.

V juga berbagi bahwa dia ingin merilis mixtape-nya ketika dia bisa berkata, “Itu bagus.”

V menyimpulkan dengan memberi tahu ARMY (fandom BTS) bahwa mereka dapat menantikan mixtape-nya, dan Suga mengatakan bahwa dia juga menantikannya!

Ini video lengkapnya di bawah ini!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini