Unik, Koran Bekas Ternyata Bisa Bermanfaat untuk Bercocok Tanam

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Koran bekas ternyata memiliki manfaat untuk bercocok tanam. Lembar demi lembarnya bisa dimanfaatkan untuk menghemat pundi-pundi, dan menyelamatkan lingkungan.

Ada beberapa cara kreatif untuk memanfaatkannya untuk pekarangan rumah. Pertama, koran bekas atau lama ini bisa digunakan untuk mencegah rumput liar tumbuh. Caranya, bisa dengan menggunakan koran tidak berwarna lalu dipotong sesuai dengan area yang ingin bebas dari rumput liar.

Sesudah itu, letakkan potongan-potongannya di area yang sudah ditandai kemudian timbun dengan tanah atau media tanam.

Kedua, kertasnya bisa untuk membuat kompos. Cara untuk mengolahnya yaitu dengan mengambil kertas koran dan memotongnya hingga menjadi bagian kecil. Lalu campurkan dengan sampah rumah lainnya yang juga mengandung karbon, seperti daun kering.

Potongan kertas dan bahan berkarbon dimasukkan ke dalam wadah. Sementara sampah dapur yang mengandung banyak nitrogen seperti potongan sayur dan rumpur liar, hingga setinggi 10 cm.

Tumpukan lapisan ini diaduk dan diberikan sedikit air supaya lembab. Setiap dua kali sehari bolak balik lapisan kompos, supaya proses pembusukan merata.

Ketiga, menurut The Spruce, koran lama bisa dimanfaatkan untuk menangkap hama tanaman. Caranya dengan meletakkan beberapa lembaran bekas yang sudah lembab karena air di sekitar pekarangan.

Umumnya, hama tanaman seperti serangga dan siput senang bersembunyi di tempat-tempat lembab. Pada hari esok, serangga dan siput akhirnya terperangkap di lembaran-lembaran tersebut.

Terakhir, manfaat lainnya yakni bisa untuk mempertahankan kelembaban pot terakota. Caranya dengan membungkus pot dengan koran bekas setelah tanaman diberi air di pagi hari. Lembaran koran akan membuat pot terakota tetap lembab dan basah.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini