Udah Lampu Hijau Nih, Netflix Mau Garap ‘Red Notice 2’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Film ‘Red Notice’ garapan Netflix mendapatkan respons positif dari pecinta film. Ternyata sutradara ‘Red Notice’, Marshall Thurber, udah kasih lampu hijau nih buat bikin sekuelnya.

Melansir dari Collider, Rawson Marshall Thurber mengungkapkan bahwa ia belum membuat naskah untuk sekuelnya. Namun ia sudah membahas ide-ide untuk film tersebut bersama tim produksi dan netflix.

Apabila naskah sudah ditulis, kemungkinan besar proses syutingnya akan memakan waktu cukup panjang. Mengingat peran utama dari film ini ialah mega bintang yang jadwalnya padat, yakni Ryan Renolds, Dwayne Johnson, dan Gal Gadot.

Dwayne berperan sebagai John Hartley yang merupakan profiler top FBI. Dalam ceritanya ia sedang mengejar pencuri seni paling terkenal di dunia.

Pencuri itu hanya dikenal dengan nama samaran ‘The Bishop’ yang diperankan oleh Gal Gadot. John mencari pencuri ini selama bertahun-tahun sampai ia bertemu dengan Nolan Booth, yang diperankan oleh Ryan Reynolds.

Nolan adalah seorang penipu dan pencuri seni juga. Karena John bekerja sama dengan sesama pencuri seni, akhirnya mereka berdua mendapat ‘red notice’ dari Interpol.

Gimana nih menurut kalian?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini