Ucapan Selamat Eks Pemain Milan untuk Gading Marten

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAGading Marten kembali membuat kejutan di Instagram. Kali ini dia memposting video mantan pemain AC Milan, Alexandre Pato, yang memberikan ucapan selamat setelah menjadi pemilik Persikota.

Gading mengikuti jejak Raffi Ahmad yang mengakuisisi klub sepak bola. Jika Raffi membeli klub Liga 2, Rans Cilegon FC, putra Roy Marten itu mengakuisisi klub Liga 3 Persikota FC.

Belum diketahui berapa persen saham yang diakuisisi Gading. Beberapa hari lalu, akun Instagram Persikota memposting foto Gading dengan beberapa manajemen klub.

Minggu 6 Juni 2021, Gading memposting video ucapan selamat dari Pato. Tentu saja postingan tersebut membuat rekan sesama selebritas kagum.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Gading Marten (@gadiiing)

“Hai brother, apa kabar? Selamat atas tim baru kamu, tantangan baru kamu. Saya senang sekali mendengar bahwa sekarang kamu pemilik klub Persikota,” kata Pato.

“Semoga kamu menjalani waktu yang indah di sana. Semoga kamu dan tim kamu sukses. Saya di sini memberikan dukungan untuk kalian semua. Sampai juga dalam waktu dekat,” ujarnya.

Beberapa selebritas mengomentari postingan gading. Mayoritas mengaku salut karena bisa mendapatkan ucapan selamat langsung dari pemain kelas dunia seperti Pato.

“Goks Bro!!! Hahaha,” tulis Darius Sinathrya.

“@gadiiing keren,gokil & proud,” tulis bassist band ‘Gigi’, Thomas Ramadhan.

“Gokil salah satu favorit gw,” kata drummer band ‘Gigi’, Gusti Hendy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini