Tragedi Bom di Gereja Katedral Makassar, Ramalan Roy Kiyoshi Jadi Sorotan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia kembali dirundung bencana. Baru-baru ini, terjadi ledakan bom di Gereja Katedral Makassar, pada Minggu siang, 28 Maret 2021 kemarin.

Ledakan yang terjadi itu diduga merupakan aksi bom bunuh diri yang membuat sejumlah jemaat gereja terluka. Bahkan, potongan tubuh juga dilaporkan terlihat di lokasi kejadian.

Peristiwa itu sontak mengejutkan warganet. Ditambah lagi oleh unggahan paranormal tanah air, Roy Kiyoshi.

Lewat postingannya di akun Instagram, Roy mengunggah sebuah video lawasnya saat tengah meramalkan sebuah peristiwa di tahun 2021. Dalam video itu, Roy mengatakan akan kasus terorisme akan muncul kembali.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Roy Kiyoshi (@roykiyoshi)

“Di tahun 2021 akan ada ledakan bom dan isu teroris akan muncul kembali. Di sinilah yang membuat saya hatinya enggak tenang karena akan ada suara ledakan yang keras ‘der’ gitu,” ungkap Roy dalam video tersebut.

Tak hanya itu, Roy juga meramalkan dirinya akan mencium bau gas yang sangat menyengat. Ia meramalkan bau tersebut akan ia cium di tahun 2021.

“Saya melihat banyak sekali puing-puing yang berantakan karena adanya ledakan bom. Saya juga mencium aroma ledakan gas yang tinggi yang sangat bau sekali itu juga ada akan muncul di tahun 2021,” ucapnya.

Alhasil, rekaman lawas Roy Kiyoshi itu mengundang komentar warganet. Mereka ikut merinding sekaligus berdoa agar kejadian serupa tak pernah terjadi lagi.

“Ambil hikmahnya yg baik, supaya kita bisa menjaga dan menghindari kejadian yang buruk,” kata akun roshidai.

“Semuanya takdir Allah SWT,” kata akun waldi_more.

“Semoga jangan terjadi lagi,” kata akun halona494.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kehadiran Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Bersifat Pendampingan Karakter

Oleh: Dhita Karuniawati )*Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah merupakan salah satu upaya strategis untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluargakurang mampu. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, Sekolah Rakyat juga dirancang sebagai lingkungan pendidikan berasrama yang menekankan pembentukan karakter, kemandirian, serta pembiasaan hidup disiplin. Dalam konteks tersebut, rencana pelibatan taruna Akademi Militer (Akmil) mendapatperhatian publik. Meski sempat memunculkan beragam persepsi, pemerintahmenegaskan bahwa kehadiran para taruna bukan untuk menghadirkan pendidikanbergaya militer, melainkan sebagai pendamping dalam proses pembentukan karakterpeserta didik. Karakter menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusiaIndonesia yang unggul. Kemampuan akademik yang baik akan lebih optimal apabiladiiringi dengan sikap disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian, sertakemampuan beradaptasi. Nilai-nilai tersebut tidak selalu dapat dibentuk melalui proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi siswa yang tinggal di lingkungan asrama.Model pendidikan berasrama memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sekolahreguler. Para siswa dituntut mampu mengatur aktivitas harian secara mandiri, mulai darimenjaga kebersihan diri, merapikan tempat tidur, mengelola perlengkapan pribadi, hingga membangun kebiasaan hidup tertib sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pada masa awal tinggal di asrama, proses adaptasi sering kali menjadi tantangan tersendirikarena siswa harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang berbeda darikehidupan di rumah.Dalam konteks ini pemerintah memandang pengalaman hidup para taruna Akmil dapatmemberikan teladan yang relevan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwapelibatan taruna merupakan inisiatif Kementerian Sosial untuk mendukung proses pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat yang sama-sama menjalani pendidikanberasrama. Menurutnya, para taruna diharapkan mampu memberikan contohsederhana mengenai bagaimana menjalani kehidupan yang tertib, disiplin, dan mandiri, seperti membiasakan bangun pagi, merapikan tempat tidur, menjaga perlengkapanpribadi, menggunakan seragam dengan baik, serta membangun kebiasaan hidup yang teratur. Ia juga menegaskan bahwa tidak terdapat agenda latihan fisik militersebagaimana yang sempat dikhawatirkan sebagian masyarakat. Penjelasan tersebut memperlihatkan bahwa orientasi program bukan membentuk siswamenjadi taruna ataupun mengenalkan pendidikan militer kepada anak-anak. Sebaliknya, pemerintah ingin memanfaatkan pengalaman praktis yang dimiliki para taruna dalam menjalani kehidupan berasrama agar dapat menjadi contoh positif bagisiswa yang sedang memasuki fase adaptasi.Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan bahwa para taruna tidak akanmengambil alih peran guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Menurutnya, fungsi utama mereka adalah menjadi pendamping kehidupan asrama selama beberapahari agar siswa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara nyamansekaligus membangun kebiasaan hidup mandiri. Ia juga menjelaskan bahwapendampingan tersebut mencakup pembinaan terhadap budaya saling menghormatidan pencegahan berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan antarsiswa. Kehadiran pendamping yang memahami dinamika kehidupan asrama memang memilikinilai strategis. Pengalaman menunjukkan bahwa masa transisi menuju kehidupanberasrama sering menjadi periode yang cukup menantang bagi peserta didik. Merekatidak hanya harus beradaptasi dengan jadwal kegiatan yang lebih teratur, tetapi juga belajar hidup bersama teman-teman dari latar belakang yang beragam. Pendampingyang memiliki pengalaman serupa dapat membantu siswa melalui proses tersebutdengan pendekatan yang lebih mudah dipahami.Program pendampingan ini juga bersifat terbatas. Pemerintah menjelaskan bahwasekitar 1.000 taruna Akmil tingkat I dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini