Tim Produksi Drama ‘Hounds’ dan ‘Trolley’ Tanggapi Kecelakaan Kim Sae Ron

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Kim Sae Ron dituduh karena mengemudi mobil dalam keadaan mabuk. Akibatnya, dua proyek drama barunya alami situasi genting.

Melansir dari Spotv News, dua drama tersebut adalah drama Netflix ‘Hounds’ dan ‘Trolley’. Kini situasinya jadi ‘canggung’, karena sang aktris terlibat kasus DUI.

Tim produksi ‘Hounds’ baru saja menyatakan pernyataannya bahwa syuting sebagian besar telah rampung. Jadwal syutingnya pun sudah disesuaikan beserta episodenya.

Sedangkan tim produksi ‘Trolley’ menyatakan bahwa dramanya belum mulai syuting. Syuting pertamanya dijadwalkan akan mulai Juni 2022 mendatang.

Terutama yang jadi masalahnya adalah Kim Sae Ron jadi peran utama dalam drama ‘Trolley’. Ada kemungkinan besar castingnya akan diganti karena sang aktris terlibat kasus DUI.

Menurut laporan, tim produksi akan melanjutkan diskusi mengenai berbagai rencana untuk menjalankan proyek drama tersebut.

Sementara itu, Kim Sae Ron baru saja mengalami kecelakaan pada 18 Mei 2022 pagi waktu setempat. Kini ia di rumah sakit untuk melakukan tes darah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini