Tidur Tanpa Celana Dalam, Banyak Manfaatnya Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebagian orang memiliki kebiasaan masing-masing untuk membuat kualitas tidurnya lebih nyaman. Mulai dari cuci muka, ganti baju dengan piyama, hingga melepas celana dalam. Nah, kamu tidur pakai celana dalam atau tidak nih?

Bagi sebagian orang, tidur tanpa busana masih tabu. Ada yang merasa kurang nyaman, tapi ada juga merasa hal tersebut membuat tidur lebih nyenyak.

Meski hal tersebut sering diperdebatkan, fakta mengatakan ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapat jika tidur tanpa celana dalam lho. Apa saja? Yuk simak!

  1. Melancarkan Sirkulasi Darah

Manfaat pertama tidur tanpa celana dalam ialah sirkulasi darah menjadi lancar. Umumnya, celana terasa ketat dan sempit saat digunakan.

Maka, dilansir dari Hello Sehat, saat kamu memilih tidur telanjang, kamu sudah mengurangi gesekan dan tekanan akibat terbelit celana yang kesempitan. Sehingga sirkulasi darah menjadi lebih lancar.

2. Mengurangi Risiko Terkena Infeksi

Tahukah kamu, terlalu lama menggunakan celana dalam apalagi terlalu ketat, maka bisa menyebabkan area alat vital menjadi lembab? Tentunya, jika terlalu lembab, bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri yang cepat.

Tidur tidak pakai celana justru akan mengurangi risiko akibat infeksi di daerah genital karena vagina atau alat kelamin tidak lembab. Meski begitu, kamu tetap harus pastikan kondisi ranjangmu bersih saat memutuskan untuk tidur tanpa celana dalam ya!

3. Membuat Alat Vital Lebih Bernapas

Dr. Alyssa Dweck, seorang dokter kandungan dan ginekolog di Mount Kisxo, New York mengatakan, secara umum daerah genital tidak harus selalu tertutup ketika tidur. Alasan Dweck menyarankan tidur tidak pakai celana dalam di malam hari karena bakteri dan jamur senang berkembang biak di tempat gelap, lembab, dan hangat.

Oleh sebab itu, melepas celana ketika tidur dapat menjadi salah satu cara membuat alat vital lebih bernapas. Selain itu sekaligus sebagai upaya menjaga kebersihan alat kelamin.

4. Menjaga Kualitas Sperma

Kabar baik untuk kaum Adam. Sebab bisa menjaga kualitas spermanya. Beberapa peneliti mengungkapkan, menggunakan celana ketat membuat testis tidak leluasa bernapas, akibatnya dapat meningkatkan suhu pada testis.

Maka, ketika kamu tidur dengan menggunakan celana dalam, hal itu bisa menyebabkan terhambatnya aliran darah ke bagian testis. Pada akhirnya, ini bisa menurunkan jumlah sperma.

5. Tidur Lebih Nyenyak

Satu lagi manfaat yang bisa kamu dapatkan, ialah kualitas istirahat yang lebih nyenyak. Tidur telanjang bisa menjadi salah satu terapi untuk mengatasi stres.

Pasalnya, dengan tidur telanjang kamu jadi lebih leluasa dalam bergerak tanpa harus merasa gerah, terjerat baju yang sempit, ataupun masalah lainnya. Hal inilah yang membuat tidur jadi lebih rileks dan nyenyak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini