Ternyata Ini Lho Bahaya Konsumsi Makanan Terlalu Pedas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Artis sekaligus presenter Irfan Hakim sempat dilarikan ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) sebuah rumah sakit, setelah mengikuti tantangan One Chip Challenge atau makan keripik terpedas di dunia.

Makanan pedas memang sering dicari oleh banyak orang, karena sensasi pedas dapat membuat makanan semakin nikmat. Rasa pedas dari cabai diketahui dapat memberikan manfaat yang positif bagi tubuh. Akan tetapi, jika konsumsi makanan dengan tingkat kepedasan yang tinggi justru akan berbahaya bagi kesehatan, khususnya untuk lambung.

Berikut ada 6 bahaya bagi tubuh jika mengonsumsi makanan terlalu pedas yang perlu kamu ketahui.

1. Perut Mulas

Setelah mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, semua orang pasti akan merasakan mulas pada perut. Hal itu terjadi karena makan makanan pedas dapat mempercepat gerakan di usus yang mengakibatkan terjadinya diare.

Saat sampai di usus besar, efek iritasi dari makanan pedas bisa langsung terasa. Kemudian, tubuh akan mengirim lebih banyak air ke usus, sehingga memudahkan feses keluar dari usus besar.

2. Maag Akut

Maag akut atau gastritis merupakan penyakit akibat peradangan di dinding lambung. Umumnya ini terjadi dengan nyeri di bagian ulu hati. Gejala penyakit ini adalah mual, muntah, perut kembung, dan diare.

3. Refluks Asam

Refluks asam terjadi dimana kadar asam pada lambung naik hingga mencapai kerongkongan. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan pada kerongkongan, seperti peradangan dan nyeri.

4. GERD

Bahaya makan pedas dapat memicu Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung. Kondisi ini menyebabkan rasa panas seperti terbakar pada dada dan terkadang menjalar hingga saluran kerongkongan. GERD merupakan refluks asam kronis yang lebih parah.

5. Insomnia

Biasanya efek dari makanan pedas tidak langsung dirasakan saat itu juga. Efek tersebut baru dirasakan beberapa jam setelah mengonsumsi makanan pedas. Sehingga perut yang bereaksi dari makan terlalu pedas tersebut dapat menyebabkan insomnia dan akan terjaga di malam hari.

 6. Menyakiti Lidah

Makan makanan terlalu pedas bisa menyebabkan lidah seperti terbakar, dan lama kelamaan dapat mengurangi sensitivitas dalam mengecap rasa, bahkan bisa sampai mati rasa. Jadi saat mengonsumsi makanan, lidah tidak bisa merasakan yang namanya rasa asin, manis, ataupun pedas.

Nah, itulah 6 bahaya bagi kesehatan jika kamu mengonsumsi makanan terlalu pedas. Namun, sebaiknya makan pedas tidak dikonsumsi secara berlebihan, agar manfaat yang terkandung pada cabai tidak menimbulkan efek bahaya bagi tubuh.

Reporter: Dhea Salsabila

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini