Ternyata Ini Lho Alasan Daniel Craig Ogah Perankan James Bond Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Daniel Craig menegaskan, takkan lagi memerankan tokoh agen 007, James Bond. Film ‘No Time to Die’ adalah yang terakhir baginya.

Craig akan tampil untuk kelima kalinya sebagai James Bond di ‘No Time to Die yang perilisannya sudah mengalami beberapa kali penundaan karena pandemi Covid-19.

Craig melampui rekor Sir Roger Moore sebagai pemeran terlama James Bond. Total suami Rachel Weisz itu tampil selama 15 tahun.

Craig menyadari bahwa dia semakin menua untuk melakoni peran itu setelah beberapa kali mengalami cedera saat bermain sebagai mata-mata Inggrisyang sangat atletis.

Dia pernah kehilangan dua gigi sebagai James Bond, di ‘Casino Royale'(2006), ujung jarinya tersayat di ‘Quantum of Solace’ (2008), dan patah pergelangan kaki di ‘No Time to Die’.

“Saya masih melakukan sebanyak mungkin aksi berbahaya karena secara fisik saya masih menikmatinya. Saya selalu melakukan adegan berbahaya sendiri, bahkan sebelum berperan sebagai James Bond,” ujar Craig, dikutip dari Asumetech, Rabu 25 Agustus 2021.

“Tetapi usia saya tambah tua dan tidak bisa tampil sebaik yang dulu saya lakukan. Saya telah menyakiti diri saya sendiri di setiap film Bond sejak awal,” katanya.

Craig menegaskan, ‘No Time to Die’ adalah benar-benar film terakhirnya berperan sebagai James Bond.

“Ini benar-benar yang terakhir. Sudah waktunya bagi orang lain untuk memerankan James Bond. Bermain sebagai James Bond memberikan saya begitu banyak hal luar biasa sebagai aktor. Saya sangat bersyukur pada sosok James Bond selamanya,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stok BBM Subsidi Tetap Aman, Komitmen Pemerintah Jaga Kebutuhan Energi Rakyat

Oleh: Rizky MahendraKetersediaan bahan bakar minyak yang tetap terjaga menjadi salah satu bukti nyata keseriusanpemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Keberhasilan menjaga pasokanBBM selama setahun terakhir patut diapresiasi karena mampu memberikan kepastian bagi masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi nasional yang terus bergerak. Masyarakat pun diajak untuk menggunakan energi secara bijak agar ketahanan energi nasional tetap terpelihara.PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM subsidi jenis Pertalite berada dalam kondisiaman dan tersedia di seluruh wilayah Indonesia. Distribusi BBM ke jaringan SPBU juga berjalannormal sesuai penugasan pemerintah dengan dukungan sistem logistik dan infrastruktur energiyang terintegrasi dari Sabang hingga Merauke. Kondisi tersebut menjadi bagian dari upayapemerintah menjaga kebutuhan energi masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi dandinamika global.Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwaperusahaan terus mengoptimalkan rantai pasok energi melalui dukungan terminal BBM, fasilitaspenyimpanan, armada distribusi, serta sistem pemantauan yang terhubung secara nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhisecara berkelanjutan.Roberth MV Dumatubun juga menegaskan bahwa pemantauan terhadap stok dan penyaluranBBM dilakukan secara real time di seluruh wilayah Indonesia. Dengan dukungan jaringaninfrastruktur yang tersebar di berbagai daerah, Pertamina dapat merespons dengan cepat apabilaterjadi peningkatan kebutuhan pasokan di suatu wilayah. Koordinasi dengan seluruh unit operasidi delapan regional pun terus dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga pelayananenergi kepada masyarakat tetap berjalan optimal.Selain memastikan ketersediaan stok, Pertamina telah menyiapkan skema penguatan distribusiapabila terjadi peningkatan konsumsi BBM di daerah tertentu. Penyaluran BBM subsidi jugaterus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat diimbau menggunakan energi secarabijak dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukan kendaraan masing-masing agar program subsidi pemerintah dapat berjalan secara tepat sasaran.Keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas energi selama setahun terakhir menjadi salahsatu capaian penting yang memberikan rasa aman bagi masyarakat. Di tengah berbagai tantanganglobal, pemerintah mampu menjaga kelancaran distribusi dan mempertahankan ketersediaanBBM sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus berjalan. Kondisi tersebut turutberkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonominasional.Komitmen serupa juga ditunjukkan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat yang memastikan pasokan BBM di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat berada dalamkondisi aman. Seluruh sarana dan fasilitas yang mendukung distribusi energi di kawasan tersebutberoperasi secara normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terus terpenuhi.Area Manager Communications, Relations and CSR Regional Jawa Bagian Barat PertaminaPatra Niaga Susanto August Satria menyampaikan bahwa perusahaan melakukan pengaturandistribusi secara lebih terukur dengan memprioritaskan pengiriman mobil tangki ke SPBU...
- Advertisement -

Baca berita yang ini