Terlihat Jarang Bicara, Tzuyu dan Mina TWICE Berikan Alasannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Tzuyu dan Mina merupakan anggota paling pendiam dari para anggota TWICE. Kali ini mereka berikan alasannya soal itu.

Mengutip dari Koreaboo, Tzuyu dan Mina mengungkapkan alasannya melalui penampilan mereka di variety show Radio Star. Mina mengingat saat di mana seorang penggemar telah menyuarakan keinginan mereka untuk mendengarnya berbicara lebih banyak.

“Benar, karena aku tak banyak bicara. Saat aku berada di acara radio, seseorang menulis, ‘Aku ingin mendengar suara Mina’,” katanya.

Nayeon TWICE pun turun tangan dan menjelaskan kesalahpahaman tersebut. Dalam kasus Mina, Nayeon mengungkapkan bahwa dia banyak berbicara.

Nayeon menceritakan, Mina berbicara dengan sangat lembut sehingga mereka hampir tak bisa memahami apa yang dikatakannya.

“Mina berbicara, tapi kita tak bisa mendengarnya dengan baik,” kata Nayeon.

Berbeda dengan Mina, Nayeon mengakui bahwa Tzuyu kebanyakan menyimpan pikirannya untuk dirinya sendiri.

“Tzuyu benar-benar tak berbicara (pendiam),” jelas Nayeon.

Tzuyu pun tak menyangkalnya, ia juga berbagi bahwa dia paling pendiam saat syuting untuk TV.

“Yah, aku berbicara. Tapi, aku tak banyak bicara di acara TV,” kata Tzuyu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Manfaat B50 bagi Ekonomi, Lingkungan, dan Kemandirian Energi Nasional

Oleh: Muhammad Nanda*Program mandatori biodiesel B50 menjadi salah satu langkah strategis yang menandai semakinkuatnya komitmen Indonesia dalam membangun kemandirian energi nasional. Di tengahdinamika geopolitik global yang masih memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi dunia, kebijakan ini hadir sebagai solusi yang tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapijuga memperkuat fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Pemanfaatan biodiesel berbasisminyak sawit sebagai pengganti sebagian besar solar fosil menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengoptimalkan sumber daya alam domestik untuk memenuhi kebutuhan energinasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. Langkah tersebut merupakan bentuk transformasi kebijakan energi yang mengintegrasikan kepentinganekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat dalam satu arah pembangunan nasionalyang saling mendukung.Dari sisi ekonomi, implementasi B50 memberikan dampak yang sangat signifikan terhadappenguatan neraca perdagangan Indonesia. Selama bertahun-tahun, impor solar menjadi salah satufaktor yang menyebabkan tingginya pengeluaran devisa negara. Ketergantungan terhadappasokan energi dari luar negeri juga membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga minyakdan gangguan distribusi global. Dengan meningkatnya porsi biodiesel dalam konsumsi energinasional, kebutuhan impor solar dapat ditekan secara bertahap sehingga devisa negara dapatdihemat dalam jumlah yang besar. Penghematan tersebut bukan sekadar mengurangi bebananggaran, tetapi juga meningkatkan ketahanan ekonomi nasional karena cadangan devisa dapatdialokasikan untuk mendukung pembangunan sektor-sektor produktif lainnya.Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio, menilai bahwa setiap liter...
- Advertisement -

Baca berita yang ini