Temenan Sama Mantan? Ini Konsekuensinya!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Apakah tetap berteman dengan mantan adalah ide yang baik? Well, tidak juga. Apalagi bila kamu sudah  memiliki kekasih yang baru.

Selain itu, berteman dengan seseorang yang pernah menjalin hubungan asmara denganmu, yang namanya pernah ada dalam hari-harimu, bisa berakhir bencana. Nggak percaya?

Baiklah, kamu mungkin memiliki kenangan manis atau bahkan memori singkat tentang luka dan pengkhianatan yang pasti menimbulkan rasa sakit hingga sekarang.

Untuk itu, para ahli di seluruh dunia merekomendasikan untuk tidak berteman dengan mantan atau memberi dirimu cukup waktu sebelum kamu memutuskan untuk berteman lagi dengannya.

Tentu saja, seluruh proses ini bisa rumit, membingungkan, dan membutuhkan waktu yang panjang. So, mari kita pahami kemungkinan konsekuensi berteman dengan mantan, seperti dilansir Times of India.

Hubungan yang sehat

Beberapa orang terikat untuk memiliki hubungan yang sehat dengan mantan mereka, kebanyakan jika mereka berbagi anak bersama atau mengerjakan proyek atau kantor yang sama. Memiliki hubungan yang ramah dan saling menghormati menjadi prioritas di atas segalanya, jika tidak, itu akan mengganggu kehidupanmu. Yang lain hanya tidak ingin canggung dengan orang yang sudah lama mereka kenal.

Kapan jadi rumit?

Hal-hal dengan mantan kamu bisa menjadi begitu rumit ketika perasaan menerobos ke relung hatimu. Beberapa dari emosi ini bisa sangat meresahkan. Perasaan ini mungkin muncul dan menyebabkan ketidaknyamanan dan kebingungan, membuat kamu memikirkan kembali keputusan yang telah kamu buat. Tapi ketahuilah, menjalin hubungan dengan mantanmu tidak sepenuhnya sehat.

Perbandingan

Ketika kamu berteman dengan mantanmu dan juga dalam hubungan baru, masalah pasti akan muncul. Kamu mungkin secara tidak sadar akhirnya membandingkan pasangan baru dengan mantanmu, menyebabkan kamu mengevaluasi kembali keputusanmu.

Perbandingan dapat memengaruhi pasangan dan hubunganmu saat ini, membawanya ke jurang perpisahan karena tidak ada yang ingin bersama seseorang yang terus-menerus membandingkan pasangannya dengan yang lama. Itu banyak tekanan. Sekali lagi, pahami konsekuensi tetap berteman dengan mantan.

Perkelahian

Kamu harus mempertimbangkan perasaan pasangan barumu dalam hal ini juga. Pasangan kamu mungkin merasa tidak aman atau mungkin tidak menyukai kenyataan bahwa kamu tetap berteman dengan mantan. Selanjutnya, terserah kamu untuk memutuskan apakah Anda ingin terus berhubungan dengan mantanmu dengan mengorbankan jalinan asmaramu dengan pasangan kamu saat ini. Sebaiknya, jangan lakukan itu. Jangan pertaruhkan hubungan barumu!

Kenyataan yang berbeda

Ketika kamu berteman dengan mantanmu, mungkin juga ada situasi di mana semuanya baik-baik saja! Namun bisa jadi sebaliknya. Ingat, kamu perlu menghargai dan mengerti perasaan pasanganmu saat ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini