Tak Hanya Indah, Pantai Juga Dapat Menyembuhkan Penyakit!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Digadang-gadang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, tampaknya mitos pantai Kejawanan tersebut tak menghentikan para pengunjung untuk datang dan membuktikannya secara langsung. Bahkan, hingga kini masyarakat yang percaya mitos itu tak sedikit jumlahnya.

Dikenal sebagai salah satu tempat wisata yang paling di rekomendasikan di Cirebon, pantai Kejawanan disebut-sebut memiliki suatu keajaiban. Pantai ini dipercaya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit ringan hingga berat, seperti penyakit kulit dan stroke. Para pengunjung meyakini jika berkumur dengan air laut sudah dapat menyembuhkan penyakit yang diidap seseorang.

Ada kalanya, setiap hari Sabtu dan Minggu pantai dpenuhi oleh pengunjung yang ingin mengobati penyakitnya. Kebiasaan untuk membuang pakaian yang dipakai ketika berendam menjadi salah satu tradisi yang kerap dilakukan.

Dikutip dari situs Wisata Cirebon, bukan hanya penduduk lokal, pengunjung pantai ini pun diramaikan oleh pengunjung dari luar kota yang mengetahui tentang mitos ini. Kebanyakan dari pengunjung luar kota berasal dari Majalengka dan Indramayu.

Terlepas dari mitos yang beredar, pantai Kejawanan menawarkan keindahan yang mempesona. Cocok sekali bagi Anda yang berminat untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga. Layaknya Hawaii, pantai ini pun memiliki spot foto sunset yang tidak kalah menakjubkan.

Pepohonan rindang di sekitar pantai, menambah suasana nyaman dan segar. Disini pun pengunjung dapat menikmati pemandangan beberapa tanggul selagi menunggu munculnya sunset.

Apalagi hidangan khas laut yang memanjakan lidah berjejer di pinggir pantai. Hidangan itu siap untuk menenangkan perut Anda yang keroncongan. Nikmatnya hidangan olahan laut serta angin laut yang menyapa tentunya sangat sayang untuk dilewatkan.

Yang lebih menarik, pengunjung dapat menyewa perahu yang berada di sekitar bibir pantai. Cukup dengan lima ribu rupiah, pengunjung berkesempatan untuk menikmati pemandangan laut dari sudut yang berbeda. Wah, pasti asyik sekali ya!

Nah, bagi Anda yang merasa tidak yakin dengan fasilitas yang tersedia, jangan khawatir. Pengelola pantai sudah menyediakan berbagai fasilitas yang menjamin kenyamanan pengunjung. Mulai dari toilet, penyewaan perahu karet, perahu nelayan, tempat parkir yang luas dan berbagai warung makanan.

Jika Anda berminat menjadikan pantai Kejawanan sebagai destinasi wisata, pantai ini beroperasi sejak pukul 6 pagi sampai 6 sore. Selamat berlibur!

Reporter: Ananda Salsabila Nadira

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini