Tagih Ivan Gunawan Nikahi Ayu Ting-Ting, Ayah Rozak Minta Rp300 Juta Per Bulan, Netizen: Matre Ya Bund

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tak habis-habis perbincangan soal pedangdut Ayu Ting-Ting dan sang ayah, Abdul Rozak. Usai heboh dituding plagiat dan buka suara, kini ayah Rozak kembali jadi bulan-bulanan netizen.

Hal ini bermula saat ayah Rozak, Umi Kalsum dan Ayu Ting-Ting menghadiri salah satu acara talk show di stasiun televisi swasta. Acara tersebut dipandu oleh kedua sahabat Ayu, Ruben Onsu dan Ivan Gunawan.

Saat itu, ayah Rozak ditanya oleh Rube tentang harapannya di ulang tahun Ayu yang ke-29. Dengan santai, ayah Rozak berharap Ayu bisa segera mendapat jodoh terbaik yang diinginkan putrinya.

Ayah Rozak ucap minta 300 juta Rupiah per bulan untuk calon suami Ayu Ting-Ting (mak_inpoh)

“Semoga panjang umur, sehat terus, dapet jodoh yang terbaik pastinyam yang sayang sama Bilqis sama Ayu juga,” kata ayah Rozak.

Namun, disela-sela harapan itu, ayah Rozak terang-terangan menyindir Ivan Gunawan yang ada di hadapannya. Ia seolah menagih omongan desainer kondang itu yang katanya ingin menikahi Ayu Ting-Ting.

“Di samping Aa (Ruben) ada tuh, gak berani-berani,” goda ayah Rozak.

Sontak, Ruben pun tertawa dan menegaskan sindiran ayah Rozak. Merasa dirinya dibicarakan, Igun pun buka suara.

“Emamg si Ayu pengen tinggal di London, ayah sama ibu boleh?,” tanya Igun.

“Boleh, kalo di jamin ayah 300 juta sebulan,” jawab Ayah.

Igun dan Ruben pun hanya bisa tersenyum menjawab gurauan ayah Rozak. Mereka mengerti ucapan itu hanya candaan semata.

Sayangnya, tak berlaku untuk netizen. Jawaban ayah Rozak justru memancing hujatan warganet. Tak sedikit netizen yang menyebut ayah Rozak terlalu matre.

“Pantes yang kemaren mundur,” kata akun aelsaml.

“Ini mau cari mantu apa cari ATM berjalan,” tulis akun injih.prastiwi.

“Becandanya materi ya bund,” kata akun siva_ardananisvara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini