Tabungan Belum Cukup? Lakukan 3 Cara Ini Agar Tetap Bisa Berkurban

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Umat muslim sebentar lagi akan menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Dalam hari raya ini terdapat tradisi memotong hewan kurban seperti sapi, kerbau atau kambing.

Tradisi potong hewan ini sifatnya sunah bagi yang mampu. Namun bagi mereka yang belum punya cukup dana, tetap bisa kok berkurban.

Kini, ada banyak jalan alternatif untuk memudahkan kita membeli hewan kurban meski budget tidak mencukupi. Berikut beberapa caranya.

Patungan dengan anggota keluarga atau orang lain

Agar tetap bisa berkurban, kamu bisa patungan atau urunan dengan anggota keluarga atau orang lain. Misalnya saja, kamu patungan dengan anggota keluargamu dengan jumlah peserta sebanyak tujuh orang untuk membeli seekor sapi Rp 25 juta. Masing-masing orang, termasuk kamu memberi dana hanya sekitar Rp 3,5 juta.

Gadaikan barang berharga

Jika memang sangat ingin berkurban namun dana tak mencukupi, kamu bisa menggadaikan barang berharga sebagai solusi. Tapi ingat, agar aman, pilihlah lembaga gadai yang sudah terjamin seperti Pegadaian.

Kredit hewan kurban online

Sekarang, hewan kurban gak hanya bisa dibeli secara tunai gaes. Bisa juga dibeli secara kredit melalui transaksi online. Ada banyak lembaga amil zakat yang menyediakan fasilitas kurban online sekaligus pembelian hewan secara kredit.

Biasanya, mereka bekerja sama dengan sejumlah e-commerce. Nah, kamu bisa memanfaatkan fasilitas ini gaes!

Berita Terbaru

Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai PidatoPresiden di DPR

Oleh: Dalia Kinanti )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi penanda penting arah barupembangunan ekonomi nasional. Kehadiran langsung Presiden untuk memaparkan kebijakan ekonomi dan fiskal memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantanganglobal sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomiIndonesia.Pemerintah Indonesia memandang situasi ekonomi global yang dipenuhiketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan tekanan terhadapnilai tukar sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Karena itu, Presiden Prabowo memilih menyampaikan langsungarah kebijakan ekonomi nasional agar publik memperoleh kepastianmengenai strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomiIndonesia selama tujuh tahun terakhir memang menunjukkanperkembangan positif. Namun, Presiden juga mengingatkan masih adanya persoalanmeningkatnya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin sertamenurunnya kelas menengah dalam periode yang sama. Kondisi tersebutdinilai menjadi tanda bahwa arah pembangunan ekonomi perlu diperbaikiagar hasil pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.Pemerintah menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejarpertumbuhan angka makro. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhanekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat dayabeli masyarakat, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi seluruhlapisan masyarakat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti rendahnya rasio penerimaannegara terhadap produk domestik bruto dibandingkan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Pemerintahmemandang kondisi tersebut perlu dibenahi karena berdampak terhadapkemampuan negara dalam membiayai pembangunan nasional dan memperluas program kesejahteraan masyarakat.Pemerintah Indonesia menegaskan pembenahan tata kelola ekonomiharus dilakukan secara menyeluruh. Presiden Prabowo mengungkapadanya praktik oknum pelaku usaha yang tidak melaporkan keuntungansecara faktual dan memindahkan perusahaan ke luar negeri demi memperoleh keuntungan lebih besar. Pemerintah menilai praktik tersebutmenghambat optimalisasi penerimaan negara dan mengurangi manfaatekonomi bagi rakyat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti posisi Indonesia sebagaiprodusen utama sejumlah komoditas dunia yang belum sepenuhnyamemiliki kendali terhadap penentuan harga ekspor. Pemerintah menilaikondisi itu menjadi alasan penting untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan memperkuatkemandirian ekonomi nasional.Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomitetap berpedoman pada Pasal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini