Survey CupoNation Soal Valentine Day, Sulawesi Utara Daerah Teromantis di Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hari kasih sayang atau dikenal dengan sebutan hari Valentine merupakan hari percintaan yang jatuh setiap tanggal 14 Februari.

Pada momen ini banyak kaum milenial di seluruh dunia termasuk Indonesia yang sibuk menyiapkan kejutan paling romantis untuk pasangan.

Portal diskon tanah air CupoNation menganalisa minat orang Indonesia dalam merayakan hari Valentine.

Menurut Public Relation and Communications Manager CupoNation Olivia Adinda Putri, indeks romantis dihitung melalui popularitas rata-rata dari volume penelusuran yang berkaitan dengan hari Valentine.

“Terutama dengan key words Hari Valentine, Valentine’s day, Romantis, Romantic dan Hari Kasih Sayang. Dihitung dalam skala 0 sampai 100, berkisar dari periode 1 Januari 2018 hingga 31 Januari 2019 melalui Google Trends,” .

Popularitas online hari Valentine di rangking berdasarkan jumlah volume penelusuran untuk kata kunci “Hari Valentine” dalam skala 0 sampai 100 untuk periode 1 Januari 2018 – 31 Desember 2019, melalui Google Trends,” dalam keterangan resminya, Kamis 13 Februari 2020.

Volume Penelusuran “Hari Valentine” di Indonesia
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh CupoNation, volume pencarian online pada mesin pencari google untuk Kata kunci “Hari Valentine” meningkat sebanyak 6 persen di tahun 2019, jika dibandingkan dengan tahun 2018.

“Ini menunjukkan semakin banyak orang Indonesia yang antusias dan mencari tahu hal-hal seputar Valentine untuk merayakannya bersama pasangan mereka,” ujarnya.

Wilayah dengan penduduk paling romantis di Indonesia
CupoNation juga merangking 10 wilayah di Indonesia berdasarkan “indeks romantis” – volume penelusuran rata-rata tentang kata kunci romantis pada google untuk 2 tahun terakhir.

Studi ini menunjukkan jika penduduk Sulawesi Utara adalah penduduk Indonesia yang paling romantis. “Di mana penduduknya adalah yang paling banyak mencari tahu tentang hari valentine serta ide romantis melalui mesin pencari Google,” kata Oliv.

Berikut deretan 10 wilayah di Indonesia dengan penduduk paling romantis, di posisi nomor dua dan tiga ada daerah Maluku dan Nusa Tenggara Timur. Sementara posisi empat hingga enam secara beruntun ditempati oleh Bali, Papua dan Sulawesi Tengah.

“Selanjutkan posisi tujuh hingga sepulu ada daerah Papua Barat, Riau, Sumatera Utara dan Kalimantan Barat,” ujar Oliv.

Wilayah dengan popularitas online tertinggi soal Valentine
Selanjutnya CupoNation juga mengurutkan soal wilayah yang masyarakatnya paling antusias dalam merayakan hari Valentine.

Berdasarkan volume penelusuran online terhadap kata kunci “Hari Valentine” maka penduduk Papua lah yang paling banyak melakukan penelusuran online tentang hari Valentine. Posisi kedua dan ditempati wilayah Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur.

Untuk posisi empat hingga tujuh secara berturut-turut ditempati oleh Maluku Utara, Kalimantan Utara, Papua Barat dan Sulawesi Barat. Sementara untuk posisi delapan hingga sepuluh ditempati daerah Bengkulu, ulawesi Tengah dan Kalimantan Barat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini