Surat Menyentuh dari Simu Liu, Pemeran Superhero Asia Pertama di MCU

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Simu Liu mencetak sejarah sebagai superhero pertama asal Asia di Marvel Cinematic Universe (MCU) dalam film ‘Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings’.

Aktor berusia 32 tahun menuliskan surat menyentuh yang ditujukan kepada pemeran, kru, dan fans ‘Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings’ di Instagram pribadinya saat pemutaran perdana film tersebut.

Berikut surat menyentuh yang dituliskan Simu Liu di Instagram:

Matahari terbit hari ini ke dunia di mana pahlawan super Asia ada sebagai pemimpin cerita mereka. Itu adalah hadiah yang [sutradara Destin Daniel Cretton] dan @marvelstudios berikan kepada kita semua, di semua komunitas, di mana saja. Sebuah perayaan dan berbagi budaya, bahasa, tawa, kegembiraan, kesedihan dan patah hati.

Saya perlu mengatakan beberapa patah kata tentang sutradara kami, yang telah melakukan lebih banyak pekerjaan dalam hal ini daripada yang dapat Anda bayangkan. Terima kasih telah membuat semua ini terjadi, Destin. Atas perhatian, dedikasi dan komitmen yang Anda tunjukkan setiap hari, untuk pengorbanan pribadi yang Anda buat, dan karena memberi saya kesempatan untuk menjadi wadah bagi cerita Anda. Saya tidak akan pernah bisa membalas apa yang telah saya pelajari dari waktu saya bersama Anda.

Untuk lawan main saya yang luar biasa Awkwafina, Benedict Wong, Fala Chen, Meng’er Zhang, Michelle Yeoh, Ronny Chieng, Florian “Big Nasty” Munteanu, (dan yang tak ada di instagram, Sir Ben Kingsley dan Tony Leung), terima kasih telah mengizinkan seorang pemula yang lengkap untuk menempati ruang di dunia Anda. Saya merasa seperti berada di antara legenda setiap hari. Terima kasih atas kesabaran dan kemurahan hati Anda. Anda semua luar biasa dalam film ini.

Saya sudah katakan sebelumnya bahwa film ini akan mengubah dunia. Senyum yang sebelumnya tidak ada. Kebanggaan di mana ada rasa malu. Kasih sayang di mana ada ketidaktahuan. Jika kita menjangkau dan menyentuh bahkan satu orang, maka, bukankah semua hidup kita lebih baik?

Terima kasih @disney karena telah memberikan platform Anda sepenuhnya di belakang film ini. Banyak orang tidak mengerti bahwa pemasaran selama pandemi menghadirkan tantangan unik, atau bahwa kami bekerja sama secara erat selama seluruh proses. Terima kasih @jrvs.km untuk karya seni yang paling indah. Dan terima kasih atas semua dukungan Anda. Hari ini, akhirnya, kami membuat sejarah.

Film ‘Shang Chi and the Legend of the Ten Rings’ meraup kesuksesan di penayangan perdananya di akhir pekan dengan mengantongi 71,4 juta Dolar AS atau sekitar 1,01 triliun Rupiah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini