Sultan Djorghi Rela Jadi Pemeran Figuran demi Beli Susu Anak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktor Sultan Djorghi mengaku pernah merasakan kondisi kesulitan keuangan. Saat itu dia rela menjadi pemeran figuran demi membeli susu anak.

Sultan adalah salah satu nama besar di dunia hiburan Indonesia. Dia sering tampil sebagai pemeran utama. Tapi, pada suatu titik, suami Annisa Trihapsari itu pernah mengalami kondisi kesulitan keuangan.

Demi menyambung hidup dan membeli susu anak, Sultan rela menjadi pemain figuran meski bayarannya tak seberapa.

“Saya sebagai pria, hobi saya itu bekerja, ya kalau masalah hasilnya disyukuri aja, alhamdulillah istri dan anak mensyukuri nikmat itu. Saya memang menawarkan diri, karena kebetulan duit di ATM udah nggak bisa ditarik lagi,” ujarnya.

Saat itu Sultan dan Annisa baru dikaruniai anak bernama Aquene Aziz Djorghi. Karena alergi, Aquene membutuhkan susu khusus dengan harga yang mahal.

“Jadi kebetulan anak itu baru lahir, dan dia punya alergi susu, jadi harus beli susu khusus yang harganya itu sampai Rp750 ribu buat 4 hari, dan kita harus beli itu, mau nggak mau ya harus bekerja,” kata Annisa.

Sultan tak malu harus menelepon teman-temannya meminta pekerjaan. Dia juga rela mengambil peran sebagai figuran.

“Seumur-umur saya syuting itu belum pernah dapat karakter yang nggak ada namanya sama sekali, jadi benar-benar extras atau figuran, bayarannya harian tapi yang penting saya bisa beli susu anak,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini