Soal Bullying Netizen, Ustaz Abdul Somad: Sakitnya Agak Lama

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ustaz Abdul Somad (UAS) baru-baru ini mengungkapkan soal rasa sakitnya ketika mendapat bully dai netizen. Hal itu diungkapkan UAS saat berbincang dengan Ustaz Derry Sulaiman.

“Kalau senang, jangan terlalu senang, karena senang sementara. Kalau susah, jangan terlalu risau, karena susah pun sementara. Dunia sementara, akhirat selamanya,” kata UAS dalam video yang diunggah di akun Instagram Ustaz Derry.

UAS lalu menyebut ‘DSAS’. Empat huruf itu ia jelaskan kepanjangannya yakni ‘Derry Sulaiman, Abdul Somad’.

“Masyaallah. Kalau di-bully, Ustaz? Sementara nggak, Ustaz?” tanya Ustaz Derry Sulaiman.

“Di-bully sementara, sakitnya agak lama,” jawab UAS sambil disambut tawa keduanya.

Mendengar jawaban UAS, Ustaz Derry Sulaiman bertanya apakah selama ini UAS membaca komentar-komentar bernada bullying itu. Kata UAS, komentar-komentar bullying itu tak perlu dibaca.

“Nggak usah dibaca. Karena, kalau kaca jatuh ke lantai bisa direkat, tapi kalau hati rusak, ke mana obat akan dicari,” ucap UAS.

Ustaz Derry Sulaiman lalu mengajak UAS bernyanyi. Ungkapan tentang sakitnya di-bully juga terselip di lantunan itu.

“Sedih, sementara. Bahagia, sementara. Sakit, sementara. Di-bully, agak lama,” nyanyi UAS dan Ustaz Derry Sulaiman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai PidatoPresiden di DPR

Oleh: Dalia Kinanti )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi penanda penting arah barupembangunan ekonomi nasional. Kehadiran langsung Presiden untuk memaparkan kebijakan ekonomi dan fiskal memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantanganglobal sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomiIndonesia.Pemerintah Indonesia memandang situasi ekonomi global yang dipenuhiketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan tekanan terhadapnilai tukar sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Karena itu, Presiden Prabowo memilih menyampaikan langsungarah kebijakan ekonomi nasional agar publik memperoleh kepastianmengenai strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomiIndonesia selama tujuh tahun terakhir memang menunjukkanperkembangan positif. Namun, Presiden juga mengingatkan masih adanya persoalanmeningkatnya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin sertamenurunnya kelas menengah dalam periode yang sama. Kondisi tersebutdinilai menjadi tanda bahwa arah pembangunan ekonomi perlu diperbaikiagar hasil pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.Pemerintah menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejarpertumbuhan angka makro. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhanekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat dayabeli masyarakat, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi seluruhlapisan masyarakat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti rendahnya rasio penerimaannegara terhadap produk domestik bruto dibandingkan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Pemerintahmemandang kondisi tersebut perlu dibenahi karena berdampak terhadapkemampuan negara dalam membiayai pembangunan nasional dan memperluas program kesejahteraan masyarakat.Pemerintah Indonesia menegaskan pembenahan tata kelola ekonomiharus dilakukan secara menyeluruh. Presiden Prabowo mengungkapadanya praktik oknum pelaku usaha yang tidak melaporkan keuntungansecara faktual dan memindahkan perusahaan ke luar negeri demi memperoleh keuntungan lebih besar. Pemerintah menilai praktik tersebutmenghambat optimalisasi penerimaan negara dan mengurangi manfaatekonomi bagi rakyat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti posisi Indonesia sebagaiprodusen utama sejumlah komoditas dunia yang belum sepenuhnyamemiliki kendali terhadap penentuan harga ekspor. Pemerintah menilaikondisi itu menjadi alasan penting untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan memperkuatkemandirian ekonomi nasional.Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomitetap berpedoman pada Pasal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini