Seulgi ‘Red Velvet’ Pilih Genre Horor Jika Jadi Aktris

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Belum lama ini Seulgi Red Velvet muncul di acara web Jonathan TheKstarNextDoor di YouTube. Kehadirannya itu bertujuan untuk mempromosikan single solo pertamanya yang bertajuk ’28 Reasons’.

Melalui wawancaranya itu, mereka membahas soal album dan ketertarikan genre yang ingin dimainkannya jika sebagai aktris.

Mengutip dari Koreaboo, Jonathan sempat menanyakan ketertarikan Seulgi untuk berakting setelah meluncurkan video musik solo pertamanya. Sang bintang pun menjawab, saat syuting ’28 Reasons’ ia menerima banyak pujian yang membuatnya mempertimbangkan ide untuk berakting dengan lebih serius.

Seulgi pun berbagi soal akting dengan genre yang ingin dia mainkan ke depannya.

“Kupikir itu sedikit cocok dengan suasana, ketegangan, horor, atau noir. Kupikir aku suka membuat wajahku sedikit kotor. Bukannya aku sudah melakukannya dengan sangat cantik dengan riasan selama ini,” jawabnya.

Jawabannya itu mengacu pada konsep lagu solonya yang jauh lebih keren daripada lagu-lagu grupnya sendiri, Red Velvet, yang sudah dikenal.

Sementara itu, Seulgi Red Velvet juga berbagi soal pembuatan koreografi untuk lagu solonya tersebut. Ia mengungkapkan, koreografinya terinspirasi oleh karakter Marvel, Scarlet Witch.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini