Serial Apple TV+ ‘Pachinko’ Resmi Dibuatkan Season 2

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Drama ‘Pachinko’ kabarnya resmi dibuat hingga ke season dua. Hal ini sudah dikonfirmasi langsung oleh produser Soo Hugh.

Melansir dari Allkpop, drama yang diadaptasi dari novel terlaris karya Min Jin Lee ini belum diketahui total episode untuk season keduanya. Namun menurut Soo Hugh, sudah dipastikan akan segera dirilis melalui platform layanan streaming yang sama.

Soo Hugh menyampaikan sehubungan dengan pembaruan serialnya bahwa ia bahagia karena dapat terus menceritakan kisah luar biasa dari keluarga yang gigih dari drama ‘Pachinko’.

“Merupakan suatu kehormatan untuk dapat terus bekerja dengan para pemain dan kru yang luar biasa ini,” katanya.

Drama ini dibintangi oleh Lee Min Ho, Youn Yeo Jung, Kim Min Ha, Jung Eun Chae, dan masih banyak lagi.

‘Pachinko’ mengisahkan tentang perjalanan keluarga imigran Korea di empat generasi dari Korea, ke Jepang, dan Amerika Serikat. Selama berimigrasi ketiga tempat, keluarga ini telah menyaksikan perang, perdamaian, cinta, patah hati, kemenangan, dan penghakiman.

Season pertama dari seri ini telah tamat pada 29 April 2022 dengan total delapan episode.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini