Selamat, Pangeran Harry dan Meghan Markle Menantikan Anak Kedua

Baca Juga

MATA INDONESIA, CALIFORNIA – Pangeran Harry dan sang istri, Meghan Markle sedang menantikan anak kedua mereka. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara pasangan Duke dan Duchess of Sussex tersebut.

Harry dan Meghan memutuskan untuk meninggalkan kerajaan pada Januari 2020 dan pindah bersama putra pertama mereka, Archie ke California Selatan. Pasangan ini beralasan ingin menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan menghindari sorotan media Inggris.

“Kami dapat memastikan bahwa Archie akan menjadi kakak. Duke dan Duchess of Sussex sangat gembira menantikan anak kedua mereka,” kata juru bicara itu, melansir Reuters.

Kabar bahagia itu diumumkan di Hari Valentine, disertai foto hitam putih Meghan Markle yang sedang hamil berbaring di atas rumput dengan satu tangannya memegang perut, sementara kepalanya bertumpu pada kaki Pangeran Harry yang tersenyum. Foto itu diambil oleh teman lama yang merupakan seorang fotografer, Misan Harriman.

Juru bicara Istana Buchingham mengatakan, Ratu Elizabeth dan suaminya Pangeran Philip, ayah Harry, Pangeran Charles, serta seluruh keluarga menyambut bahagia. Keluarga Istana juga berharap pasangan itu baik-baik saja.

Sejak mengakhiri tugas kerajaan, Pangeran Harry dan Meghan disibukkan dengan badan amal yang mereka miliki. Pasangan yang menikah pada 19 Mei 2018 di Kastil Windsor di Inggris itu juga kerap hadir di layar kaca dan beragam media lainnya. Terbaru Pangeran Harry dan Meghan meluncurkan podcast mereka pada Desember 2020.

Tahun lalu, Meghan mengungkapkan bahwa dia mengalami keguguran pada bulan Juli, dalam pengungkapan yang sangat pribadi yang berasal dari seorang bangsawan Inggris terkemuka.

Tak lama setelah menikah, Pangeran Harry dan Meghan dikabarkan terlibat perselisihan dengan anggota keluarga Istana dan menjadi sorotan media di Negeri Ratu Elizabeth. Hubungan mereka dengan pers Inggris juga memburuk, pasangan itu bahkan mengajukan kasus hukum terhadap beberapa surat kabar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini