Sedih! Johnny Depp Ungkap Tak Akan Balik ke ‘Pirates of the Caribbean’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perseteruan aktor Johnny Depp dengan sang mantan istri, Amber Heard masih jadi perbincangan panas. Publik dan penggemar pun berbondong-bondong berada di pihak Depp dan meminta keadilan untuk aktor itu.

Salah satunya yang kini jadi sorotan ialah nasib Depp yang kini didepak sebagai pemeran Jack Sparrow di film Pirates of the Caribbean oleh rumah produksi, Disney. Hal itu terungkap saat hakim di pengadilan mananyakan dirinya benar tak lagi berada di proyek film itu.

“Faktanya adalah, Tuan Depp, jika Disney datang kepada Anda dengan $ 300 juta dan satu juta alpaka, tidak ada yang bisa membuatmu kembali ke an bekerja dengan Disney di film Pirates of the Caribbean? Benar?,” ucap hakim.

“Ya benar,” jawab Depp.

Sontak, fakta bahwa Depp mengakui dirinya tak akan kembali memerankan Jack Sparrow di film Pirates of teh Caribbean ini membuat fans kecewa. Pasalnya, Depp sudah memerankan karakter itu selama lebih dari 15 tahun.

Bahkan, warganet pun ramai-ramai meminta rumah produksi, Warner Bros untuk memboikot Amber Heard dari film, Aquaman 2.

“Sebel banget, Amber masih main di Aquaman 2.”

“Gak adil, Amber aja gak diboikot.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini