Sebut Tak Suka Cowok Mesum, Prilly Latuconsina Sindir Niko Al Hakim?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktris Prilly Latuconsina mendadak jadi sorotan publik. Hal ini bermula dari unggahan Prilly di akun Instagram pribadinya baru-baru ini.

Lewat postingan di IG Story, Prilly mengaku kesal dengan sosok pria mesum yang kerap merendahkan wanita. Ia juga merasa bingung mengapa ada lelaki yang bangga memamerkan hal-hal pribadi yang tak perlu dilihat oleh masyarakat.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by OFFICIAL LAMBE TURAH ENTRNT (@lambe_turah)

“Kenapa banyak banget cowok mesum yang dan bangga ngeliatin itu di sosial media yang followersnya banyak? Maaf ya bang, lo pikir lo keren,” tulis Prilly.

Prilly merasa dia perlu untuk mengungkapkan hal ini karena merasa tak nyaman. Khususnya dengan pemberitaan yang baru-baru ini bikin geger sosial media.

“Maaf ya sekali-kali speak up, saya sendiri paling gak suka ada cowok yang secara tidak langsung merendahkan perempuan,” tulisnya.

Alhasil, ungkapan bintang film Danur itu mengundang komentar netizen. Banyak yang menganggap Prilly tengah menyindir mantan suami Rachel Vennya yang sempat tersandung video ciuman dengan aktris, Adhisty Zara.

“Okin bukan sih,” kata akun shahrbell.

“Berarti Prilly gedek banget sama Okin,” kata akun ridafarida_99.

“Sependapat sama Prilly,” tulis akun mrslisacha.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini