Sebenarnya, Apa Sih Manfaat Makan Kurma di Bulan Ramadan?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kurma adalah buah paling laris manis ketika Ramadan tiba. Dikonsumsi baik saat berbuka puasa maupun sahur, kurma diyakini memiliki segudang manfaat. Ya sih, tapi manfaatnya apa?

Selain merupakan sunnah, karena kurma adalah salah satu makanan favorit Nabi Muhammad SAW, ternyata buah ini memiliki kandungan nutrisi dan vitamin yang tak sedikit.

Yuk, simak selengkapnya, 4 manfaat utama makan kurma di bulan Ramadan:

1. Menjaga Tubuh Tetap Berenergi

Kurma kaya glukosa, fruktosa dan sukrosa yang menjadi suplai energi di tubuhmu agar tak mudah lemas saat menjalankan ibadah puasa.

2. Menurunkan Tekanan Darah

Salah satu buah dengan kandungan kalium dan magnesium yang kaya adalah kurma. Kandungan tersebut mampu menurunkan tekanan darah seseorang, atau mengontrolnya agar tetap stabil.

3. Menguatkan Tulang

Kurma kaya mineral, karenanya tepat dikonsumsi jika kamu menginginkan tulang yang sehat. Selain mineral, kurma juga kaya selenium, mangan dan tembaga yang bekerja untuk optimalisasi tulang dan mencegah osteoporosis.

4. Mengatasi Anemia

Kurma termasuk jenis buah yang kaya dengan zat besi, vitamin C dan B6, yang membuatnya baik untuk produktivitas hemoglobin, sehingga kamu terhindar dari masalah anemia.

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini