Scott Eastwood Ungkap Brad Pitt Ikut Campur saat Bersitegang dengan Shia LaBeouf saat Syuting Film ‘Fury’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Belum lama ini Scott Eastwood mengingat kembali kejadian lamanya saat tengah syuting film bersama Brad Pitt dan Shia LaBeouf di film ‘Fury’ pada 2014 silam.

Melansir dari People, Scott ingat saat syuting sebuah adegan dengan Shia yang membuat tingkat tekanan antara mereka jadi ‘tak stabil’. Dalam adegan itu tertulis dalam naskah filmnya untuk karakter Scott yang meludahi baju Shia.

Namun Shia menganggapnya adegan tersebut merupakan tindakan yang dilakukan secara personal, bukan dari naskah. Brad Pitt pun diketahui akhirnya ikut campur mengenai permasalahan ini.

“Aku tak pernah berpikir bahwa prosesmu (Brad Pitt) sebagai seorang aktor seharusnya menghalangi bagaimana orang diperlakukan di lokasi syuting,” ujarnya.

Hal ini ia ungkapkan melalui wawancara dengan Insider terkait promosi film barunya. Film terbarunya tersebut berjudul ‘I Want You Back’ yang telah tayang pada 11 Februari 2022.

Sementara itu, belum lama ini Pitt menuntut sang mantan istri, Angelina Jolie, terkait kilang anggurnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini