Sarwendah & Betrand Peto Jadi Bahan Ejekan Komika Ridwan Remin, Ruben Onsu Murka

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Komika bernama Ridwan Remin membuat Ruben Onsu murka. Hal ini karena sang istri, Sarwendah, dan anak asuhnya, Betrand Peto di-roasting Ridwan Remin.

Ridwan dinilai menghina keluarganya secara verbal. Ruben pun mengunggah video penampilan Ridwan Remin saat melakukan aksinya.

Isi video yang diunggah Ruben, komika itu menyinggung kedekatan Betrand Peto dengan Sarwendah. Sebelumnya, kebiasaan Betrand Peto yang sudah remaja kerap menciumi pipi bundanya itu menjadi sorotan netizen.

“Betrand Peto gue tahu juga tapi gua gak kenal, mangkanya waktu ada videonya viral nyium-nyiumin Sarwendah yang ada di benak gue ya suudzon,” ucapnya, dikutip Selasa 9 Februari 2021.

“Kayak kurang ajar manfaatin momen, coba kalau gue kenal, faktanya mungkin berbeda,” lanjutnya.

Roasting pun terus berlajut, ia mengatakan, “Siapa tahu di posisi itu bukan Betrand Peto yang manfaatin momen tapi dia yang dimanfaatin Ruben Onsu. Peraturan saling mencium anggota keluarga kan dibuat oleh Ruben Onsu.”

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ruben Onsu (@ruben_onsu)

Melalui akun Instagramnya, @ruben_onsu, Ruben pun mengungkapkan kekesalan kepada Ridwan. Sebagai orang tua, ia tak nyaman anaknya di-roasting seperti itu.

“Hai mas yg terhormat, disini saya perkenalkan diri dulu sebelum nya SAYA yg bernama RUBEN ONSU orang tua dari anak yg di video mas sebut,maaf sebelum nya saya kurang nyaman dgn ada nya video ini yg anda jadikan bahan Roasting,” tulis Ruben.

“Silahakan jawab pertanyaan saya : 1. Jika menurut anda cara saya salah, apa PANTAS jd bahan ejekan ? 2. Jika posisi nya saya tukar, anda jd saya dan saya jd anda, bagaimana perasaan anda ?,” tanyanya.

“Disini izin saya jelaskan kalau bahan roasting yg anda buat dari cerita yg terkesan membenarkan apa yg anda ucapkan. Dan mas yg terhormat, kalau anda punya anak, atau keponakan anda pasti akan tahu bagaimana mental nya jika melihat video ini.”

Menurut Ruben, roasting yang dibuat Ridwan ini sangat mengganggu tumbuh kembang anaknya. Ia pun menanyakan hati nurani komika tersebut.

“Kalau anda sudah menikah, jika istri anda di jadikan bahan tertawaan oleh orang lain, bagaiamana reaksi anda? Dimana hati nurani anda jika seorang anak dijadikan bahan Roasting, yg anda tdk tahu cerita selengkap nya,” katanya kesal.

“Mas yg terhormat maaf jika ada tulisan saya yg salah, tp saya hanya meluruskan saja, dgn video ini yg tersebar,” ungkapnya kesal. “Kita sama2 org yg bekerja di industri hiburan, dan anda juga tahu kalau perasaan saya, jika istri dan anak saya menjadi bahan ejekan.”

“Jika mas anggap ini bercanda, anggap saja saya jg bercanda sambil meluruskan ya,” imbuhnya. “Salam hormat saya untuk keluarga mu, dan sukses untuk karir nya ya, Sehat selalu mas — RUBEN ONSU –.”

Melihat postingan Ruben, sang adik Jordi Onsu ikut memberikan tanggapan mengenai roasting-an komika Ridwan tersebut. Jordi langsung menyebut akun Komisi Penyiaran Umum (KPI) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPI) dalam postingan Ruben.

“@kpipusat @kpai_official sekali2 tengok standup comedian, rata2 meresahkan, yang begini di biarkan ? Coba cek di aplikasi juga jangan sibuk perhatiin tv aja. Lebih meresahkan digital bapak ibu sekalian,” tulis Jordi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Refocusing Anggaran MBG Makin Berpihak pada Kerentanan

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru. Setelah lebih dari satutahun berjalan dan menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah, pemerintah kini melakukan refocusing atau penajaman sasaran program. Langkahtersebut bukan sekadar upaya efisiensi anggaran, melainkan bagian dari strategi untukmemastikan setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar memberikan dampakmaksimal terhadap perbaikan gizi masyarakat, khususnya kelompok yang paling rentan.Di tengah tantangan fiskal global, tekanan ekonomi internasional, serta kebutuhanpembangunan di berbagai sektor, pemerintah memilih pendekatan yang lebih terukur. Fokus tidak lagi semata-mata pada besarnya jumlah penerima manfaat, tetapi padakualitas intervensi dan ketepatan sasaran. Pendekatan ini menunjukkan bahwapemerintah tidak sedang mengurangi komitmen terhadap pembangunan sumber dayamanusia, melainkan memperkuat efektivitas program agar hasilnya lebih nyata.Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menjadi figur yang pertama kali menjelaskan arah kebijakan baru tersebut. Menurutnya, pemerintah telah memutuskanuntuk menggeser orientasi program dari mengejar kuantitas menuju peningkatankualitas pelaksanaan. Dalam berbagai kesempatan, Nanik menegaskan bahwa BGN tidak lagi menjadikan target puluhan juta penerima sebagai satu-satunya ukurankeberhasilan program. Sebaliknya, perhatian diarahkan pada kelompok yang paling membutuhkan intervensi gizi, terutama masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, danterluar (3T), wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, serta kelompok rentan lainnya. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah sedang membenahi tata kelola program melaluirefocusing penerima manfaat, optimalisasi dapur yang sudah ada, moratorium pembangunan dapur baru, serta pencarian sumber pendanaan alternatif agar bebanAPBN dapat lebih terkendali. Langkah tersebut diyakini dapat menghasilkanpenghematan yang signifikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan gizi yang diterima masyarakat.Lebih jauh, Nanik menilai bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukanoleh jumlah paket makanan yang dibagikan setiap hari. Yang jauh lebih penting adalahsejauh mana program mampu menurunkan angka stunting, memperbaiki status gizianak, serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil dan kelompok rentan. Karenaitu, pemerintah memilih untuk mengarahkan sumber daya pada wilayah yang selama inijustru belum banyak tersentuh layanan gizi. Pendekatan tersebut sejalan denganarahan Presiden agar manfaat program dapat lebih dahulu dirasakan oleh masyarakatyang menghadapi kerentanan paling tinggi. Setelah arah kebijakan tersebut dijelaskan oleh Kepala BGN, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari kemudian memberikan gambaran lebih rinci mengenai implementasirefocusing yang sedang disiapkan pemerintah. Menurut Agustina, BGN saat inimelakukan berbagai simulasi untuk memastikan bahwa indikator keberhasilan program dapat dicapai secara lebih efektif dan spesifik. Evaluasi dilakukan terhadap komposisipenerima manfaat agar intervensi gizi benar-benar menyasar kelompok yang memilikikebutuhan paling besar. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang menelaah kembalicakupan penerima manfaat yang sebelumnya dirancang sangat luas, sehingga program dapat menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan dalam jangka panjang.Agustina juga menekankan bahwa proses penyesuaian tersebut merupakan bagiannormal dari perencanaan anggaran pemerintah. Dengan mempertimbangkan efektivitasprogram dan kondisi fiskal negara, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiapalokasi anggaran memberikan manfaat yang optimal. Dalam berbagai pembahasananggaran tahun 2027, BGN mengkaji kemungkinan pengurangan penerima manfaatyang dinilai tidak lagi menjadi prioritas utama, sehingga ruang fiskal dapat difokuskankepada kelompok yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi. Pendekatan inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak mengurangi perhatian terhadap isu gizi, melainkan memperkuat ketepatan sasaran kebijakan.Pandangan tersebut mendapat dukungan dari kalangan pasar dan pelaku ekonomi. Head of Research Kiwoom Sekuritas,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini