Sambut Nyepi, Ini Deretan Film yang Pernah Syuting di Bali

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tepat hari ini, masyarakat Hindu di pulau Bali tengah merayakan hari raya Nyepi. Umat Hindu kini melakukan ibadah dan berdi diri di dalam rumah.

Sementara itu, perayaan Nyepi juga identik dengan kota Bali yang indah. Suasana eksotis pulau dewata itu selalu membuat rindu siapa pun yang pernah berkunjung ke sana.

Bertepatan di hari raya Nyepi, tak ada salahnya untuk mengintip keindahan Bali dari balik layar kaca. Sembari memeriahkan hari Nyepi, yuk simak deretan film Hollywood yang pernah syuting langsung di Bali.

1. The Fall

Film pertama ada The Fall. Film yang dibintangi Roy Walker ini menampilkan pemandangan sawah Tegallalang di Ubud dan Gunung Kawi di Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.

The Fall mengisahkan tentang seorang gadis yang tengah cedera bernama Alexandria (Catinca Untaru). Dia berteman dengan Roy (Lee Pace), seorang stuntman yang lumpuh.

Roy mendongengkan Alexandria dengan berbagai kisah tentang pahlawan mitos di suatu tempat eksotis. Nah, salah satunya ada di Bali, Indonesia!

2. The Perfect Wave

Selanjutnya ada film The Perfect Wave yang memperlihatkan keindahan Bali. Film petualangan ini diambil di beberapa lokasi, seperti Republik Mauritius, Afrika Selatan, dan Indonesia (Bali).

Jalan cerita pada film ini berdasarkan hidup petualang Ian McCormack yang diperankan oleh Scott Eastwood (The Suicide Squad, The Fate of the Furious). Pada 1982, Ian disengat oleh lima ekor ubur-ubur beracun di Mauritius namun selamat.

Kemudian, film ini menceritakan tentang kehidupan Ian dan hari nahas tersebut yang justru mengubah hidupnya.

3. Eat Pray Love

Satu lagi yang tak boleh ketinggalan ialah Eat Pray Love. Film ini juga jadi salah satu karya Hollywood fenomenal yang pernah syuting di Bali.

Film ini menceritakan tentang Liz (Julia Robert) yang memutuskan untuk keliling dunia setelah bercerai demi “menemukan jati dirinya”. Sementara itu, beberapa adegan film ini diambil di Ubud, Kabupaten Gianyar serta Pantai Padang Padang di Kabupaten Badung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini