Salmafina Blak-blakan Soal Agama Barunya, Ungkap Rasa Damai Sejahtera

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Anak pengacara Sunan Kalijaga, Salmafina Sunan, blak-blakan mengenai agama yang dianutnya saat ini. Diketahui kehidupan pribadi Salafina menjado sorotan usai bercerai dari Taqy Malik pada 2018 lalu.

Kabar mengenai dirinya yang murtad memang sudah terdengar dari tahun lalu. Kini, Salmafina kini terang-terangan mengungkapkan perasaan setelah mengenal Tuhan lebih dekat.

Dilihat dari unggahan Indstagram Stories-nya baru ini, dia mengaku tidak memiliki rasa benci kepada siapapun setelah memeluk agama Kristen. Ia juga membahas masa lalu dan merasa terlahir kembali setelah mengenal Tuhan.

BACA JUGA: Sudah Dibaptis, Salmafina Tolak Pacaran Beda Agama dan Diramal Nikah Tahun Ini

“Semenjak mengenalMu aku tidak bisa merasakan benci terhadap orang lain mau sejahat apapun orang tersebut. Seolah semuanya yang di masa lalu sudah terselesaikan karena saya terlahir baru kembali,” kata Salmafina Sunan dikutip IntipSeleb lewat Instagram Stories yang diunggah pada Minggu, 14 Juni 2020.

Sebelum pindah agama, Salmafina mengaku tidak pernah merasakan kedamaian dalam hidupnya. Begitu percaya dengan janji Tuhan yang akan memaafkan orang lain yang menyakitinya.

“Dari dulu aku pikir damai sejahtera itu hanya omong kosong, tetapi saat damai sejahtera yang Kau janjikan menyertaiku dan ampuni orang lain yang menyakiti adalah perintahMu aku jadi sangat tidak bisa membenci,” tuturnya.

Sejak mengakui pindah agama, Salmafina seperti sudah mantap dengan agama baru yang dianutnya saat ini. Bahkan, sebelumnya saat ditanya soal kemungkinan berpacaran dengan beda agama, ia dengan tegas mengatakan tidak akan melakukan itu.

“No I’m not taking my faith for granted. I’m online in christian cafe dating site, so it’s obvious I’m looking for someone who is on the same page as I am (Tidak, saya tidak menerima iman saya begitu saja. Saya online di situs kencan kafe kristen, jadi jelas saya mencari seseorang yang berada di halaman yang sama dengan saya),” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Tuai Apresiasi atas Penerapan WFA saat Arus Balik

Oleh : Donny Muflih )*Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh pemerintah selama periodearus mudik dan arus balik Lebaran 2026 menuai apresiasi luas dari berbagaikalangan, khususnya pekerja sektor swasta dan aparatur sipil negara, karena dinilaimampu mengurai kepadatan mobilitas sekaligus menjaga produktivitas kerja tanpamengorbankan pelayanan publik.Langkah pemerintah yang menetapkan kebijakan WFA pada 16-17 Maret serta 25-27 Maret 2026 dipandang sebagai strategi adaptif dalam menghadapi lonjakanmobilitas tahunan saat Lebaran. Kebijakan ini tidak hanya menyasar aparatur sipilnegara, tetapi juga mendorong sektor swasta untuk mengadopsi pola kerja serupa. Dengan demikian, distribusi arus perjalanan masyarakat menjadi lebih merata dan tidak terpusat pada satu waktu tertentu, yang selama ini menjadi penyebab utamakemacetan panjang di berbagai jalur transportasi.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwakebijakan fleksibilitas kerja ini dirancang untuk mengoptimalkan mobilitasmasyarakat tanpa mengganggu produktivitas nasional. Dalam pandangannya, keseimbangan antara kepentingan pekerja dan stabilitas ekonomi menjadi kunciutama keberhasilan kebijakan ini. Pemerintah berupaya memastikan bahwa layananpublik tetap berjalan optimal, sementara masyarakat tetap memiliki kesempatanuntuk menjalankan tradisi mudik dengan lebih nyaman.Respons positif juga datang dari kalangan pekerja swasta yang merasakan langsungmanfaat kebijakan tersebut. Reinha Delima melihat kebijakan WFA sebagai solusiyang saling menguntungkan antara perusahaan dan pekerja. Ia menilai bahwafleksibilitas bekerja dari mana saja memungkinkan karyawan untuk berangkat mudik lebih awal tanpa harus mengorbankan tanggung jawab pekerjaan. Dalam praktiknya, Reinha tetap menjaga disiplin kerja, memastikan seluruh tugas terselesaikan tepatwaktu, serta menyiapkan ruang kerja yang kondusif meskipun berada di luar kantor.Dari sisi kebijakan publik, penerapan WFA menjadi bagian dari strategi pemerintahuntuk mengurangi beban infrastruktur transportasi selama periode puncak Lebaran. Dengan berkurangnya jumlah pekerja yang harus hadir secara fisik di kantor, potensikepadatan di jalan raya, stasiun, dan terminal dapat ditekan. Hal ini tidak hanyaberdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga meningkatkan aspekkeselamatan bagi para pemudik.Lebih jauh, kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai mengadopsipendekatan kerja modern yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi. Transformasiini sejalan dengan perkembangan digitalisasi yang memungkinkan pekerjaandilakukan dari berbagai lokasi tanpa mengurangi kualitas hasil kerja....
- Advertisement -

Baca berita yang ini