Sabar Ya, Jadwal Tayang Film Marvel ‘Morbius’ Diundur hingga April 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Fans komik ‘Morbius’ harus menunggu lebih lama melihat salah satu tokoh ikonik Vampir di komik Marvel melakoni debutnya di layar lebar.

Sony Picture memindahkan jadwal tayang ‘Morbius’ tiga bulan lebih lama dari agenda awal. Film yang merupakan bagian dari Sony Spider-Man cinematic universe (jangan tertukar dengan Disney Marvel Cinematic Universe) akan tayang pada 1 April 2022 dari jadwal awal 28 Januari.

Ini bukan pertama kalinya (atau yang kedua, atau yang ketiga) ‘Morbius’ mengalami pengunduran jadwal tayang di bioskop.Film ini seharusnya debut pada 10 Juli 2020, tapi diundur karena pandemi Covid-19.

Ketika situasi pandemi Covid-19 makin memburuk, jadwal tayang ‘Morbius’ berkali-kali mengalami perubahan, mulai dari 31 Juli 2020, kemudian 19 Maret 2021, lalu 8 Oktober 2021, dan 28 Januari 2021.

Pada tanggal rilis terbarunya, ‘Morbius’ akan bersaing dengan ‘Easter Sunday’, sebuah komedi yang dibintangi Jimmy O. Yang dan Tiffany Haddish, serta film thriller yang dibinangi Chris Pine ‘The Contractor’.

Di film ‘Morbius’, Jared Leto berperan sebagai antihero Michael Morbius yang putus asa mengobati penyakit darah langka. Penyakit yang membuatnya lebih dekat dengan kehidupan di malam hari.

‘Morbius disutradarai Daniel Espinosa dan dibintangi oleh Matt Smith, Adria Arjona, Jared Harris, Al Madrigal dan Tyrese Gibson.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini