Review Shark Bait: Hiu Lapar Tapi Kurang Ganas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pecinta sineas thriller tentu bahagia dengan kehadiran film hiu yang menegangkan. Terbaru, film Shark Bait kini bisa kamu nikmati saat rilis pada

Shark Bait bercerita tentang lima orang sahabat yang terdiri dari Nat (Holly Earl), Tom (Jack Trueman), Milly (Catherine Hannay), Tyler (Malachi Pullar-Latchman) dan Greg (Thomas Flynn) sedang berpesta di pantai hingga pagi hari.

Liburan musim panas mereka masih terasa indah, hingga ide buruk datang saat melihat dua jet ski yang nganggur di pinggir pantai.

Bukan anak muda khas film thriller namanya jika tak ‘bandel’ dan melakukan segala cara untuk mencuri jet ski itu. Hingga akhirnya mereka berhasil dan akhirnya meluncur ke tengah laut.

Kesenangan para anak mudah itu makin membuncah. Tapi tidak dengan Nat yang sudah memiliki firasat buruk dan meminta teman-temannya untuk kembali.

Sayang, kecelakaan tragis menimpa mereka hingga salah satu jet ski tersebut hancur, dan menyisakan satu yang tak bisa digunakan.

Ketegangan pun dimulai. Terlebih saat kaki Greg berdarah dan pastinya mengundang hiu putih ganas ke arah mereka.

Satu per satu pun dilahap, hingga yang tersisa harus bertahan hidup di atas jet ski rongsokan itu.

Siapa saja yang akan selamat dari hiu putih yang lapar?

Film Shark Bait menjadi salah film bertema hiu yang rilis tahun ini. Setelah Shallow dan 47 Meter Down, penonton diobati rasa kerinduan mereka dengan aksi hiu yang beringas.

Saat menyaksikannya, Shark Bait mengingatkan pada film hiu ter-apik, Shallow yang dimainkan oleh Blake Lively. Mulai dari tone warna, sedikitnya pemain hingga cara bertahan hidup.

Dibanding Shallow, Shark Bait sedikit lebiu brutal. Apalagi jika kamu menginginkan adegan buntung-buntungan dan banjir darah.

Namun, untuk film hiu, Shark Bait masih cukup jauh dikatakan ganas dan bikin ngeri. Penonton lebih ditakutkan dengan jump scare ketimbang aksi brutal hiu yang memangsa manusia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Membangun Resiliensi: Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Jawaban atas Online Scam Keuangan

*) Oleh: Arga PrasetyaTransformasi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakatIndonesia. Berbagai layanan keuangan kini semakin mudah diakses, transaksiberlangsung lebih cepat, dan inklusi keuangan terus meningkat seiringberkembangnya teknologi. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantanganbaru berupa meningkatnya ancaman online scam yang semakin canggih dan sulitdideteksi. Dalam konteks inilah, upaya pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan(OJK) untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis yang layak didukung demi menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus melindungimasyarakat dari kejahatan digital.Lebih jauh, peringatan OJK mengenai semakin kompleksnya online scam menunjukkan bahwa ancaman tersebut tidak lagi sekadar berupa penipuankonvensional yang menyasar individu. Kejahatan digital kini berkembang menjadijaringan kriminal terorganisasi yang berkaitan erat dengan pencucian uang, pemanfaatan rekening penampung, hingga operasi lintas negara. Situasi tersebutmenuntut pendekatan yang lebih komprehensif karena setiap transaksi ilegal dapatmenjadi bagian dari rantai kejahatan keuangan yang lebih besar. Oleh sebab itu, pemberantasan online scam harus ditempatkan sebagai agenda strategis dalammemperkuat ketahanan ekonomi nasional.Dalam kerangka tersebut, penyelenggaraan Regional Expert Group Meeting on Online Scams bertajuk Strengthening Financial Intelligence, AML/CFT Regulation, and...
- Advertisement -

Baca berita yang ini