Review Film ‘Ambulance’: Jake Gyllenhaal, Yahya Abdul-Mateen II, dan Eiza Gonzalez Kejar-kejaran dengan Polisi LA

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bagi penggemar film pasti sudah gak asing lagi sama sutradara yang pernah luncurkan waralaba ‘Transformers’, Michael Bay. Kali ini, Michael Bay garap film aksi lainnya yang berjudul ‘Ambulance’.

Beruntungnya, Indonesia jadi negara pertama dari seluruh dunia yang menayangkan film ‘Ambulance’. Film ini tayang perdana di Indonesia pada 16 Maret 2022.

Selain Indonesia, ada dua negara lainnya yang menjadi negara pertama yang tayang pada 16 Maret 2022, yakni Mesir dan Filippina. Sedangkan di AS film ini baru akan dirilis tiga minggu lagi, yakni 8 April 2022.

Bagi kalian yang tahu film-film besutan Michael Bay pasti kalian akan takjub dengan cara pengambilan gambar dan warna dari film ini.

Film ini diawali dengan sosok Yahya Abdul-Mateen II yang berperan sebagai Will Sharp yang membutuhkan uang untuk menutupi tagihan medis istrinya. Berbagai cara ia lakukan untuk mendapatkan uang dan akhirnya pergi menemui adik angkatnya yang bernama Danny Sharp yang diperankan oleh Jake Gylenhaal.

Danny akan membantu saudaranya itu dengan satu syarat, yakni membantunya merampok uang di sebuah bank di Los Angeles. Perampokan pun berjalan tak sesuai rencana Danny dan mereka harus melarikan diri sebisa mungkin dari kejaran polisi.

Hingga mereka harus membajak sebuah mobil ambulans dengan seorang polisi yang terluka dan seorang paramedis, Cam Thompson (diperanlan oleh Eiza Gonzalez), sebagai sandera. Selama pengejaran itu, banyak kejadian yang terjadi di dalam mobil ambulans tersebut.

Sampai Danny harus meminta tolong pada kepala gangster, Papi, untuk membantunya agar lolos dari kejaran polisi. Sayangnya, Papi dan komplotannya berkhianat karena kaki tangan Papi mati tertembak karena telah membantu Danny.

Sehingga terjadilah insiden penembakan hingga Will kena luka tembak yang tak disangka-sangka. Dari situ Danny pun tak ada pilihan lain untuk melarikan diri kembali membawa mobil ambulans tersebut.

Walaupun sering berbeda pendapat dengan Danny selama pengejaran tersebut, Will selalu tetap peduli pada saudaranya tersebut begitu pula sebaliknya.

Akankah pelarian mereka dari kejaran polisi berhasil?

Buat kalian yang penasaran, kini film ‘Ambulance’ sudah bisa kalian saksikan di bioskop pada 16 Maret 2022 ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Desa Merah Putih Berpotensi Menjadi Pusat Energi Bersih Nasional

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Transisi menuju energi bersih menjadi salah satu agenda strategis yang tengahdihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Di tengah meningkatnya kebutuhanenergi dan tuntutan pengurangan emisi karbon, diperlukan pendekatan yang tidakhanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakatsecara luas.Dalam hal ini, desa memiliki posisi yang semakin penting. Selain menjadi pusataktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam, desa juga menyimpan potensi besaruntuk mengembangkan energi terbarukan yang dapat mendukung kemandirianenergi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan menilai bahwa Koperasi Desa Merah Putih memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak pengembangan energi bersihdi tingkat lokal. Menurutnya, koperasi dapat berperan tidak hanya sebagai lembagaekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai institusi yang mengelola potensi energiterbarukan di wilayah pedesaan. Ia menjelaskan bahwa banyak desa memilikisumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi bersih, mulai daritenaga surya, biomassa, hingga potensi energi lainnya yang selama ini belumdikelola secara optimal. Dengan kelembagaan koperasi yang kuat, pemanfaatansumber daya tersebut dapat dilakukan secara lebih terorganisasi dan berkelanjutan.Di samping itu, model koperasi memungkinkan masyarakat menjadi pelaku utamadalam proses produksi energi. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dihasilkantidak hanya dinikmati oleh investor atau perusahaan besar, tetapi juga langsungdirasakan oleh warga desa. Selain memberikan manfaat ekonomi, pengembanganenergi bersih berbasis koperasi juga dapat membantu mengurangi ketergantunganterhadap energi fosil. Ketika desa mampu memenuhi sebagian kebutuhan energinyasecara mandiri, ketahanan energi nasional akan semakin kuat.Potensi tersebut semakin relevan mengingat Indonesia memiliki ribuan desa yang tersebar di berbagai wilayah dengan karakteristik sumber daya yang berbeda-beda. Jika potensi ini mampu dimobilisasi secara sistematis, dampaknya terhadappembangunan nasional akan sangat signifikan. Pengamat sosial dan pemerhati isuglobal, Paulus Lubis menilai bahwa transformasi Koperasi Desa Merah Putih dapatmenjadi instrumen penting dalam memperkuat kedaulatan energi Indonesia. Menurutnya, pengembangan energi berbasis masyarakat akan menciptakan sistemyang lebih tangguh dan tidak terlalu bergantung pada pasokan energi terpusat.Ia memandang bahwa konsep kedaulatan energi tidak hanya berbicara tentangketersediaan pasokan, tetapi juga mengenai kemampuan masyarakat untukmengelola sumber energinya sendiri. Dalam kerangka tersebut, koperasi menjadiwadah yang tepat untuk mengonsolidasikan partisipasi warga sekaligus memastikanmanfaat ekonomi dapat dinikmati secara merata. Menurut Paulus, keberhasilantransisi energi sangat bergantung pada kemampuan pemerintah membangunekosistem yang mendukung partisipasi masyarakat. Dukungan regulasi, aksespembiayaan, dan pendampingan teknis menjadi faktor penting agar koperasi mampumenjalankan peran tersebut secara optimal.Ia juga menekankan bahwa energi bersih dapat menjadi sumber pertumbuhanekonomi baru bagi desa. Selain memenuhi kebutuhan listrik lokal, energi terbarukanberpotensi menciptakan lapangan kerja dan mendorong lahirnya berbagai aktivitasekonomi produktif. Meski demikian, pengembangan energi bersih berbasis koperasimemerlukan dukungan nyata dari berbagai pihak. Dalam konteks itulah peranpemerintah menjadi sangat penting sebagai fasilitator sekaligus akseleratortransformasi energi di tingkat desa. Kebijakan yang tepat akan membantumempercepat proses adopsi energi terbarukan oleh masyarakat.Kementerian Koperasi telah memberikan contoh konkret melalui kerja sama denganpihak swasta untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya bagi Koperasi Desa...
- Advertisement -

Baca berita yang ini