Resmi Damai dengan Rizky Billar, Lesti Minta Maaf

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Polisi resmi menghentikan kasus KDRT yang sempat dllaporkan Lesti Kejora dengan tersangka Rizky Billar. Kini, mereka sah berdamai dan Lesti minta maaf pada masyarakat Indonesia.

Polisi resmi mengeluarkan SP3 kasus KDRT Rizky Billar pada Selasa 18 Oktober 2022 malam WIB. Lesti dan Billar mengunjungi Polres Metro Jakarta Selatan didampingi kuasa hukum masing-masing untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Lesti meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena meciptakan kegaduhan. Billar, yang berdiri di sebelah Lesti, merangkul pundak sang istri.

“Untuk masyarakat Indonesia Dede mengucapkan permohonan maaf dari apa yang terjadi hingga memunculkan keresahan. Insyaallah ini keputusan yang terbaik untuk keluarga kita,” ujarnya.

“Terima kasih kembali pihak kepolisian karena sudah memproses perdamaian ini dengan cepat. Terima kasih kepada Bapak Kapolres, dari mulai saya lapor sampai proses perdamaian ini masyaallah, sangat membantu saya. Insyaallah ini akan jadi pelajaran untuk kami berdua,” katanya.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat atas musibah yang menimpa keluarga saya. Mudah-mudahan ini jadi pelajaran besar untuk kita jadi lebih baik ke depan,”  ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini