Remake Film Miracle In Cell No 7 Segera Tayang di Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Film Miracle In Cell No 7 akan segara tayang di seluruh bioskop di Indonesia, film ini merupakan remake dari film Korea Selatan dengan judul yang sama dan dirilis pada tahun 2013 lalu.

Rencananya Film Remake Miracle In Cell No.7 akan tayang pada 8 September 2022 mendatang.

Beberapa artis papan atas ikut membintangi film ini, diantaranya Vino G. Bastian, Indro Warkop, Tora Sudiro, Bryan Domani, serta sang kekasih Mawar de Jongh.

Miracle In Cell No.7 adaptasi ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diproduksi oleh Falcon Picture.

Film ini mengisahkan tentang perjuangan seorang anak ayahnya yang memiliki keterbelakangan mental, yang divonis hukuman mati atas kesalahan yang tidak dia lakukan.

Sebelum tayang, rupanya film ini telah menjadi perbincangan publik apakah film produksi Indonesia akan sama persis dengan aslinya atau ada bagian-bagian yang diubah.

“Walaupun ini adaptasi tetapi kita enggak pengin bikin yang sama persis dengan film aslinya. Jadi ada sedikit perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan budaya kita,” ungkap Vino G. Bastian.

Diketahui, film asli yang berasal dari Korea Selatan diadaptasi dari kisah nyata, itulah kenapa drama ini sangat menguras emosi dan air mata. Film ini merupakan salah satu film paling laris di Korea Selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Manfaat B50 bagi Ekonomi, Lingkungan, dan Kemandirian Energi Nasional

Oleh: Muhammad Nanda*Program mandatori biodiesel B50 menjadi salah satu langkah strategis yang menandai semakinkuatnya komitmen Indonesia dalam membangun kemandirian energi nasional. Di tengahdinamika geopolitik global yang masih memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi dunia, kebijakan ini hadir sebagai solusi yang tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapijuga memperkuat fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Pemanfaatan biodiesel berbasisminyak sawit sebagai pengganti sebagian besar solar fosil menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengoptimalkan sumber daya alam domestik untuk memenuhi kebutuhan energinasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. Langkah tersebut merupakan bentuk transformasi kebijakan energi yang mengintegrasikan kepentinganekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat dalam satu arah pembangunan nasionalyang saling mendukung.Dari sisi ekonomi, implementasi B50 memberikan dampak yang sangat signifikan terhadappenguatan neraca perdagangan Indonesia. Selama bertahun-tahun, impor solar menjadi salah satufaktor yang menyebabkan tingginya pengeluaran devisa negara. Ketergantungan terhadappasokan energi dari luar negeri juga membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga minyakdan gangguan distribusi global. Dengan meningkatnya porsi biodiesel dalam konsumsi energinasional, kebutuhan impor solar dapat ditekan secara bertahap sehingga devisa negara dapatdihemat dalam jumlah yang besar. Penghematan tersebut bukan sekadar mengurangi bebananggaran, tetapi juga meningkatkan ketahanan ekonomi nasional karena cadangan devisa dapatdialokasikan untuk mendukung pembangunan sektor-sektor produktif lainnya.Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio, menilai bahwa setiap liter...
- Advertisement -

Baca berita yang ini