RANS Nusantara Kalah Lawan Persija, Suporter Ejek dengan Teriakan ‘Rafathar Nangis’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – RANS Nusantara FC dibantai habis oleh Persija dengan skor 2-4 dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, pada Sabtu, 16 Juli 2022 lalu.

Kemenangan Persija lantas membuat suporternya yang disebut The Jakmania melontarkan ejekan kepada RANS Nusantara yang merupakan klub bola milik Raffi Ahmad.

Dilansir dari unggahan akun @lambegosiip, terdengar para The Jakmania mengejek RANS Nusantara FC dengan membawa-bawa nama Rafathar.

“Rafathar nangis, Rafathar nangis, Rafathar nangis,” sorak The Jakmania.

Ejekan tersebut sontak saja langsung menjadi perhatian para warganet yang melihat unggahan video tersebut.

Netizen pun beramai-ramai memberikan komentar-komentar menohok kepada para The Jakmania.

“Rafathar be like: ngapain nangis duit gue banyak nah lu cuma bisa teriak-teriak aja duit lu gak nambah-nambah,” tulis netizen.

“Ntar Persija dibeli Rafathar gantian situ yang nangis,” sambung netizen.

“Rafathar bilek : Tenang, next persija gue beli,” tutup netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini