Rachmawati Meninggal, Vanessa Angel: Wanita Ini Pernah jadi Ibuku

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Vanessa Angel turut berduka cita atas meninggalnya Rachmawati Soekarnoputri. Dia menyebut sosok wanita 70 tahun itu pernah menjadi ibunya.

Rachmawati meninggal dunia Sabtu 3 Juli 2021 pukul 06.15 di RSPAD, Gatot Subroto, Jakarta. Kakak Megawati itu dikabarkan dirawat karena Covid-19.

“Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Bu Rachmawati Soekarnoputri telah berpulang pada pukul 06.15 WIB,” kata Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Kabar meninggalnya Rachmawati sampai ke telinga Vanessa. Dia turut berduka cita dengan mengunggah foto kebersamaannya dengan Rachmawati di Instagram.

“Innalillahi wa innailaihi rajiun telah berpulang ke rahmatullah orang baik negri ini ibu Rachmawati Soekarno Putri, semoga amal ibadahnya diterima disisiNYA,” tulis Vanessa.

Vanessa hampir menjadi menantu Rachmawati. Kala itu dia sempat pacaran dengan putra Rachmawati, Didik Mahardika. Tapi, hubungan keduanya putus di tengah jalan.

“Meskipun sebentar tapi wanita ini pernah jadi sosok ibu yg baik untukku dulu, terima kasih,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini