Putus dengan Selena Gomez dan 6 Bulan Kemudian Justin Bieber Nikahi Hailey Baldwin, Begini Klarifikasi Sang Istri

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Setelah empat tahun berlalu dari isu desas-desus hubungan Hailey Baldwin (yang sekarang sudah berganti nama menjadi Hailey Bieber) ditengah-tengah ramainya kabar putus dari Justin Bieber dan Selena Gomez. Akhirnya Hailey klarifikasi soal hubungannya dengan Justin yang dinilai bertumpang tindih dengan Selena.

Mengutip dari Just Jared, Hailey Bieber baru-baru ini buka suara soal hubungannya dengan Justin yang selama ini jadi bahan gunjingan netizen. Sebab, sebelumnya Hailey dikabarkan dekat dengan Justin yang tak lama setelah putus dengan Selena.

Ia mengatakan tak ada hubungan romantis di waktu yang sama dengan Selena saat dekat dengan Justin.

“Tidak, tidak sekali pun. Ketika dia (Justin) dan aku memulai seperti berhubungan atau semacamnya, dia gak pernah menjalin hubungan dengan siapa pun,” katanya.

Ia juga mennyebutkan bahwa dirinya bukan seorang pelakor dan itu bukanlah karakternya.

“Bukan karakterku untuk mengacaukan hubungan seseorang, aku gak akan pernah melakukan itu. Aku dibesarkan lebih baik dari itu. Aku gak tertarik melakukan itu,” tambahnya.

Hailey mengaku tak pernah bersama Justin saat dia menjalin hubungan dengan siapa pun. Hingga akhirnya ia baru terlibat dengan Justin sejak dirinya berusia 18 tahun.

Ia juga menambahkan bahwa hubungannya dengan Justin tak ada drama secara pribadi karena saling menghormati.

“Itu juga alasan aku merasa jika semua orang di pihak kami tahu apa yang terjadi dan kami baik-baik saja. Kami bisa meninggalkannya dengan jelas dan hormat, maka seperti baik-baik saja,” lanjutnya.

“Kalian tak akan pernah bisa memperbaiki setiap narasi (hidup) dan akan ada yang baru yang datang. Itu tak akan pernah berakhir dan itulah mengapa aku langsung ke intinya. Itulah alasannya aku tak ingin berbicara banyak soal hal ini,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini