Produser ‘Big Mouth’ Tanggapi Kemungkinan Season 2

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Setelah dramanya tamat dan membuat pemirsa kecewa dengan akhir ceritanya. Produser MBC ‘Big Mouth’ telah secara resmi menanggapi kemungkinan musim kedua dari drama tersebut.

Melansir dari Soompi, beberapa penonton berspekulasi bahwa drama tersebut sengaja dibiarkan bagian akhir dramanya dengan ‘open-ending’. Sehingga netizen menduga bahwa drama itu ada kemungkinan akan dibuatkan musim keduanya.

Namun produser ‘Big Mouth’ menanggapi spekulasi tersebut pada 18 September 2022.

“Kami pikir terlalu dini untuk membahas season 2. Kami akan bekerja keras untuk mencoba dan kembali dengan proyek yang bagus,” kata produsernya.

Menurut penuturannya, ‘Big Mouth Season 2’ masih 50:50.

Sementara itu, episode terakhir dari drama ini telah mencapai peringkat pemirsa tertinggi dari keseluruhan drama di 2022 ini. Drama ini berakhir dengan 16 episode dan tercatat mendapatkan rating akhir rata-rata 13,7 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini