Prestasi BLACKPINK di Kancah Internasional Lewat “THE ALBUM”

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – BLACKPINK baru saja merilis full album “THE ALBUM” dengan lagu utama yang berjudul Lovesick Gilrs, pada 2 Oktober 2020 lalu. Album Blackpink yang telah lama ditunggu penggemar kini mendominasi tangga lagu iTunes di seluruh dunia.

Menurut agensinya,  YG Entertainment, pada 3 Oktober pukul 7 pagi waktu Korea Selatan, “THE ALBUM” telah mencapai No.1 di tangga lagu Album teratas iTunes di setidaknya 57 wilayah berbeda. Adapun negara itu termasuk Amerika Serikat, Kanada, Brazil, Meksiko, Chili, Spanyol, Prancis, Swedia, Jepang, China, Hongkong, Makau, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Selain itu, musik video ‘Lovesick Girls’ berhasil melampaui 50 juta penayangan di Youtube dalam waktu kurang dari 18 jam. Kurang dari sehari setelah perilisan video tersebut, saluran Youtube resmi BLACKPINK telah memperoleh sekitar 500.000 pelanggan baru.

BLACKPINK juga menjadi menjadi satu satunya girl group pertama dalam sejarah Korea yang melampaui satu juta pre-order untuk sebuah album. Bukan hanya itu BLACKPINK juga menjadi girlgroup satu-satunya pada tahun 2020 untuk mencapai indeks lebih dari 10M pada reputasi merek grup idola Korea, karena mereka peringkat ke 2 dengan indeks 10,083,574.

Dalam sebuah kesuksesan dan pengukiran prestasi pasti ada sebuah kerja keras di dalamnya. BLACKPINK menceritakan jika album “The Album” sangat berarti baginya karena pertama kali akan mengeluarkan album yang lengkap dengan delapan lagu yang berisi berbagai genre seperti hip hop dan ,R&B. Jisoo dan Jennie juga ikut menulis lirik lagu utama ‘Lovesick Girls’ dan mengatakan jika lagu itu mengandung makna.

Reporter: Nabilla Octavia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini